Waspadai Ancaman Chikungunya, Temukan 58 Kasus di Karanganyar

by -61 views
Waspadai Ancaman Chikungunya, Temukan 58 Kasus di Karanganyar

KARANGANYAR -Di tengah mengantisipasi wabah Covid-19, masyarakat juga diminta mewaspadai ancaman chikungunya. Selama tiga bulan terakhir, Dinas Kesehatan Karanganyar (Dinkes) menemukan 58 kasus Chikungunya yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Karanganyar Healthito mengungkapkan, penyebaran kasus chikungunya di Kabupaten Karanganyar meningkat pada awal tahun 2021. Artinya, mencapai 58 kasus yang tersebar di Kecamatan Tasikmadu dan Kebakkramat. “Sejauh ini baru kami temukan di dua kecamatan,” kata Warsito, Senin (22/3).

Warsito menjelaskan, kasus Chikungunya terbanyak ada di Tasikmadu, yakni mencapai 54 kasus. Empat kasus lainnya berada di Kebakkramat.

“Peningkatan kasus terjadi di Desa Suruh, Wangan, dan Pandean, Tasikmadu. Dimana dalam sebulan ada 34 kasus baru. Dengan angka jentik bebas 65 persen,” imbuh Warsito.

Baca:  Vaksinasi Lansia Bisa Daftar Secara Online

Ia bersama sejumlah pemangku kepentingan pemerintah kecamatan dan desa telah melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

“Dari hasil evaluasi yang kami peroleh, pergerakan PSN belum optimal. Sebab, angka jentik bebas sangat rendah, hanya 65 persen,” jelasnya.

Sebagai gantinya, sejumlah relawan awal pekan ini menggelar kegiatan pengendalian penyakit, khususnya nyamuk. Relawan berusaha membunuh nyamuk dewasa beserta larvanya dengan cara mengaburkannya ke sejumlah lokasi.

“Kegiatan ini sudah kami lakukan beberapa hari ini. Semoga lingkungan kantor terbebas dari ancaman nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus,” jelas Rosyid, salah satu anggota SAR Karanganyar. (rud / adi / ria)

.

Komentar