Beranda

Bukan Rudal, Drone Iran Disebut Mampu Hancurkan Kapal Induk AS

Bukan Rudal, Drone Iran Disebut Mampu Hancurkan Kapal Induk AS
Ilustrasi penggunaan drone militer. (ist)

INDONESIAONLINE – Ancaman serius bagi militer Amerika Serikat  datang dari kemampuan drone milik Iran. Seorang pakar sistem drone menilai teknologi tersebut berpotensi menjadi senjata efektif untuk melumpuhkan kapal induk AS.

Peringatan itu disampaikan Cameron Chell, pakar drone asal Kanada sekaligus pendiri dan CEO perusahaan teknologi drone Dragonfly. Dalam wawancaranya dengan Fox News pada Minggu (25/1), Chell menilai strategi Iran dalam mengerahkan drone dapat menembus sistem pertahanan konvensional Amerika Serikat.

Menurut Chell, Iran mengandalkan taktik peluncuran drone dalam jumlah besar dan dilakukan hampir bersamaan. Pola ini dinilai sangat berbahaya bagi armada laut AS yang didominasi kapal berukuran besar dengan mobilitas terbatas.

“Pendekatan ini memberi Iran kemampuan yang cukup meyakinkan untuk mengancam kapal permukaan,” ujar Chell. Ia menambahkan, aset militer AS di kawasan tersebut mudah terdeteksi radar karena ukurannya besar dan pergerakannya relatif lambat.

Chell menjelaskan bahwa serangan kawanan drone berpotensi menciptakan kondisi serangan jenuh sehingga sistem pertahanan modern kesulitan merespons secara efektif. Dalam skenario tersebut, kemungkinan ada drone yang berhasil menembus pertahanan sangat besar.

“Jika ratusan drone diluncurkan dalam waktu singkat, hampir tidak mungkin semuanya bisa dicegat,” katanya.

Ia menegaskan bahwa sistem pertahanan saat ini tidak dirancang untuk menghadapi ancaman seperti itu secara masif.

Drone-drone Iran juga dikenal berbiaya relatif rendah sehingga kehilangan unit dalam jumlah besar tidak akan memberikan dampak signifikan bagi Teheran dari sisi ekonomi maupun militer.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran belakangan kembali meningkat. Situasi ini memicu kekhawatiran akan pecahnya konflik baru di kawasan Timur Tengah, termasuk kemungkinan keterlibatan Israel.

Washington sebelumnya mengisyaratkan tengah mempertimbangkan langkah militer terhadap Iran menyusul tindakan keras pemerintah Teheran dalam meredam demonstrasi besar sejak akhir Desember. Aksi protes tersebut dilaporkan telah menewaskan ribuan orang.

Sejalan dengan meningkatnya eskalasi, kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln dilaporkan telah tiba dan beroperasi di perairan Timur Tengah, didampingi sejumlah kapal perusak bersenjata rudal. AS juga disebut telah mengirimkan skuadron jet tempur F-15E Strike Eagle ke kawasan tersebut.

Iran sendiri menegaskan siap membalas setiap bentuk serangan. Kelompok-kelompok milisi yang berafiliasi dengan Teheran di berbagai negara Timur Tengah juga menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam konflik jika diperlukan.

Pada Selasa (27/1), Iran memulai latihan militer di wilayah udara sekitar Selat Hormuz yang dijadwalkan berlangsung hingga 29 Januari. Di hari yang sama, Amerika Serikat mengumumkan rencana latihan udara skala besar di Timur Tengah, meski detail pelaksanaannya belum diungkap. (rds/hel)

Exit mobile version