INDONESIAONLINE – Kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu bekal penting bagi mahasiswa yang akan terjun ke dunia profesional. Hal itu menjadi perhatian Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (PSI), Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui kegiatan Kuliah Tamu Public Speaking pada Rabu (30/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di auditorium utara FST lantai 4 tersebut mengangkat tema “Bersuara, Berkarya, Berdampak: Public Speaking di Dunia Informasi”. Dian Agustiningsih SS hadir sebagai narasumber dalam kegiatan yang diikuti seluruh mahasiswa aktif Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi itu.
Selain mahasiswa, kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan program studi, jajaran dosen, serta tenaga kependidikan.
Kuliah tamu ini menjadi bagian dari langkah Prodi PSI dalam memperkuat kemampuan komunikasi mahasiswa sebagai calon profesional di bidang perpustakaan, informasi, dan pengelolaan pengetahuan.
Sekretaris Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Wahyu Hariyanto MM membuka kegiatan sekaligus memberikan sambutan. Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kuliah tamu tersebut karena kemampuan berbicara di depan publik dinilai penting bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri memasuki dunia profesional informasi.
Dalam sesi materi, Dian Agustiningsih mengajak mahasiswa PSI untuk mengambil peran lebih dari sekadar menjadi pengguna informasi. Mahasiswa juga didorong agar mampu menyampaikan dan menyebarkan informasi secara positif melalui berbagai platform yang tersedia.
Menurut Dian, mahasiswa Perpustakaan dan Sains Informasi memiliki peluang untuk menjadi influencer yang menghasilkan konten edukatif serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun, kemampuan berkomunikasi di ruang publik perlu berjalan beriringan dengan literasi informasi.
“Seorang public speaker yang bergerak di bidang informasi harus mampu memastikan bahwa pesan yang disampaikan memiliki dasar yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Dian.
Karena itu, mahasiswa diingatkan untuk tidak menerima begitu saja informasi yang mereka peroleh. Setiap informasi perlu diperiksa terlebih dahulu melalui proses verifikasi dan pembuktian agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap akurat dan bertanggung jawab.
Peserta juga mendapatkan materi mengenai cara menyusun bahan ketika hendak berbicara di hadapan publik. Pesan dianjurkan disusun secara sistematis, mulai dari pembukaan atau opening, pemaparan isi dan persoalan, pembahasan solusi, hingga bagian penutup.
Pola tersebut dapat membantu pembicara menyampaikan gagasan secara terarah sehingga pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami oleh audiens.
Tidak hanya kemampuan teknis berbicara, aspek integritas juga menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Mahasiswa yang nantinya terjun sebagai public speaker maupun kreator konten diminta mempertimbangkan secara matang setiap tawaran dukungan atau endorsement.
Pertimbangan tersebut mencakup nilai, citra, serta aspek moral dan agama dari pihak maupun produk yang hendak dipromosikan. Dengan demikian, aktivitas komunikasi publik tetap dapat memberikan manfaat dan tidak bertentangan dengan nilai yang diyakini.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pemahaman bahwa public speaking di tengah perkembangan informasi digital bukan sekadar persoalan keberanian tampil dan berbicara di depan orang banyak. Kemampuan tersebut juga membutuhkan literasi, kredibilitas dalam mengolah informasi, keterampilan menyusun pesan, serta tanggung jawab moral.
Bagi Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi FST UIN Malang, kuliah tamu ini menjadi bagian dari upaya mempersiapkan mahasiswa menghadapi perubahan ekosistem informasi. Lulusan tidak hanya diharapkan menguasai keterampilan teknis pengelolaan informasi, tetapi juga mampu menyampaikan pengetahuan secara efektif, kritis, dan bertanggung jawab.
Mengusung semangat “Bersuara, Berkarya, Berdampak”, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk semakin percaya diri menyampaikan gagasan, menghasilkan karya informatif, serta menghadirkan konten yang kredibel dan membawa manfaat positif bagi masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital. (ars/hel)
