INDONESIAONLINE – Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menyoroti masih tingginya kebutuhan tenaga pendidik di Kota Samarinda yang hingga kini belum terpenuhi secara optimal.
Menurut Novan, saat ini Samarinda masih mengalami kekurangan lebih dari 500 guru. Jumlah tersebut berpotensi meningkat hingga akhir tahun.
“Kota Samarinda saat ini kekurangan lebih dari 500 guru. Bahkan hingga Desember nanti, diperkirakan kekurangan itu bisa mencapai lebih dari 700 orang. Sementara penambahan dari jalur CPNS hanya sekitar 260 orang,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat banyak sekolah harus mengandalkan tenaga guru lepas yang pembiayaannya berasal dari BOSDA maupun BOS.
“Sekolah akhirnya hanya bisa menggunakan guru lepas yang dibiayai melalui BOSDA maupun BOS. Persoalannya, kompetensi mereka belum tentu sesuai kebutuhan karena kesejahteraannya juga masih jauh dari ideal,” kata Novan.
Ia menilai pemerintah daerah masih terkendala berbagai regulasi dari pemerintah pusat dalam upaya memenuhi kebutuhan guru yang terus meningkat. “Hari ini daerah terus terkendala regulasi dari pemerintah pusat. Sementara kebutuhan guru sangat mendesak. Karena itu, pemerintah pusat harus hadir memberikan solusi agar kualitas pendidikan bisa terus ditingkatkan,” tandas Novan. (ra/hel)
