Beranda

Dua Kali Didatangi, Data Tak Dibuka: HMI Samarinda Nyatakan Mosi Tidak Percaya kepada Pertamina

Ketua Umum HMI Cabang Samarinda Fawwaz. (ist)

INDONESIAONLINE – Dua kali mendatangi kantor Pertamina Patra Niaga Samarinda, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Samarinda mengaku belum mendapatkan jawaban yang memuaskan terkait transparansi distribusi bahan bakar minyak (BBM). Situasi tersebut membuat HMI menyatakan mosi tidak percaya terhadap manajemen Pertamina Patra Niaga Samarinda.

Ketua Umum HMI Cabang Samarinda Fawwaz menegaskan sikap tersebut diambil setelah komitmen penyerahan data distribusi BBM yang sebelumnya disampaikan pihak Pertamina tak kunjung ditindaklanjuti sesuai tenggat waktu yang diberikan.

Persoalan ini bermula dari Aksi Jilid I pada 6 Oktober 2026. Dalam pertemuan tersebut, sales branch manager (SBM) Pertamina Patra Niaga Regional Kaltim disebut berjanji memberikan rekapitulasi data distribusi BBM di sejumlah SPBU Kota Samarinda untuk periode 2023–2026.

HMI kemudian memberikan tenggat waktu selama 3 x 24 jam agar data tersebut diserahkan. Namun, hingga Aksi Jilid II pada 13 Oktober 2026, HMI menyatakan belum menerima data yang dijanjikan.

“Kami menyatakan tidak percaya lagi kepada Pertamina Patra Niaga Samarinda. Kami sudah memberikan tenggat waktu 3 x 24 jam sesuai dengan komitmen saat pertemuan lalu, tetapi sampai hari ini tidak ada jawaban sama sekali dan Pertamina terkesan menutup diri,” tegas Fawwaz.

Menurut dia, persoalan ini bukan sekadar soal dokumen yang belum diserahkan, melainkan menyangkut keterbukaan informasi dan pertanggungjawaban pengelolaan distribusi BBM. Terlebih, antrean panjang di sejumlah SPBU masih menjadi persoalan yang dirasakan masyarakat Samarinda.

HMI menilai transparansi data diperlukan untuk menjelaskan kondisi distribusi BBM di lapangan, termasuk menjawab pertanyaan masyarakat mengenai penyebab persoalan yang terus berulang. Sebagai organisasi mahasiswa, HMI menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut dan meminta Pertamina memberikan penjelasan yang terbuka.

Fawwaz menegaskan, pihaknya tidak ingin komitmen yang disampaikan dalam forum dialog berhenti sebatas janji tanpa kejelasan tindak lanjut. Menurut dia, masyarakat berhak mendapatkan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan terkait persoalan distribusi BBM.

“Dua kali kami datang, tetapi masih mendapatkan jawaban yang sama. Bahkan, Pertamina terkesan menutup diri. Kami HMI Cabang Samarinda menyatakan mosi tidak percaya terhadap Pertamina Patra Niaga dan kami akan mengambil langkah lebih lanjut sesuai dengan dasar hukum yang berlaku,” tutupnya. (ra/hel)

Exit mobile version