Beranda

Google-Microsoft-Nvidia-Oracle Jadi Target Baru Serangan Iran di Timur Tengah

Google-Microsoft-Nvidia-Oracle Jadi Target Baru Serangan Iran di Timur Tengah
Salah satu sudut kantor Google di Dubai, Uni Emirat Arab. (battulga_11)

INDONESIAONLINE – Perang di Timur Tengah antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel masih terus meningkat tanpa tanda-tanda mereda. Dalam perkembangan terbaru, militer Iran dilaporkan mulai mengarahkan target serangan ke fasilitas milik perusahaan teknologi asal Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah.

Mengutip laporan Al Jazeera, kantor berita Tasnim News Agency yang memiliki kedekatan dengan Garda Revolusi Islam Iran merilis daftar sejumlah kantor dan infrastruktur milik perusahaan AS yang disebut memiliki keterkaitan dengan Israel.
Fasilitas milik perusahaan-perusahaan itu disebut berpotensi menjadi sasaran baru Iran. Hal ini karena teknologi yang mereka kembangkan dinilai dimanfaatkan untuk kepentingan militer.

Dalam pernyataannya, media Tasnim menyebut bahwa meluasnya konflik di kawasan membuat target yang dianggap sah oleh Iran juga semakin bertambah, terutama jika perang berkembang menjadi serangan terhadap infrastruktur strategis.

Beberapa perusahaan teknologi yang masuk dalam daftar tersebut di antaranya Google, Microsoft, Palantir Technologies, IBM, Nvidia, serta Oracle. Fasilitas perusahaan-perusahaan disebut berada di berbagai kota di Israel maupun di sejumlah negara di Timur Tengah.

Google diketahui memiliki pusat operasional untuk kawasan Timur Tengah di Dubai, Uni Emirat Arab. Sementara, Microsoft juga menjalankan kantor regional besar di Dubai. Kedua perusahaan teknologi raksasa tersebut juga memiliki kantor di Israel.

Tidak hanya infrastruktur teknologi, Iran juga memberikan peringatan bahwa pusat ekonomi dan lembaga perbankan di Timur Tengah yang berkaitan dengan entitas Amerika Serikat dan Israel dapat menjadi sasaran berikutnya. Warga bahkan diminta menjauhi area perbankan dengan radius sekitar satu kilometer sebagai langkah antisipasi.

Sebelumnya, sejumlah fasilitas teknologi telah terdampak serangan dalam konflik tersebut. Beberapa hari lalu, pusat data milik Amazon di Uni Emirat Arab dilaporkan diserang menggunakan drone.
Serangan itu menyebabkan kerusakan pada struktur bangunan serta memicu gangguan pasokan listrik ke pusat data. Selain itu, kebakaran yang muncul akibat serangan tersebut harus dipadamkan, namun air yang digunakan dalam  pemadaman turut menyebabkan kerusakan tambahan pada fasilitas tersebut. (rds/hel)

Exit mobile version