INDONESIAONLINE – Kegiatan wisata dan lomba bertajuk Pesona Pasir Putih di Awal Tahun Sidomuncul 2 yang digelar pada 16–17 Mei 2026 di kawasan wisata Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo, tercoreng. Pasalnya, terjadi dugaan tindak asusila yang melibatkan seorang oknum guru salah satu sekolah menengah atas (SMA) di Lumajang dan siswa laki-laki dalam kegiatan tersebut.
Di tengah ramainya kegiatan yang diikuti pelajar dari berbagai jenjang pendidikan itu, aparat Polres Situbondo melakukan penggerebekan di salah satu kamar Hotel Sidomuncul 2 Pasir Putih. Oknum guru laki-laki tersebut diduga melakukan perbuatan asusila terhadap siswa laki-lakinya sendiri saat kegiatan sekolah berlangsung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan hubungan sesama jenis antara guru berinisial HP (42) dan muridnya, CL (16) ini terjadi setelah CL mengikuti sebuah perlombaan di lokasi wisata tersebut. Guru dan siswa yang sama-sama berjenis kelamin laki-laki ini dilaporkan sempat melakukan hubungan terlarang sebanyak satu kali di dalam kamar hotel.
Peristiwa itu terungkap setelah siswa yang diduga menjadi korban menghubungi layanan darurat Polri 110 untuk melaporkan kejadian yang dialaminya. Menerima laporan tersebut, petugas Satreskrim Polres Situbondo bersama Polsek Bungatan langsung bergerak menuju hotel dan mendatangi kamar yang dilaporkan.
Saat petugas tiba di lokasi, guru dan siswa itu ditemukan berada di dalam satu kamar. Keduanya kemudian diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Hingga Senin (18/5/2026), kamar hotel yang diduga menjadi lokasi kejadian, yakni kamar tipe MM 9, masih dipasangi garis polisi sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Kapolsek Bungatan Iptu Liskurrahman membenarkan bahwa penggerebekan tersebut berawal dari laporan yang masuk melalui call center 110. “Setelah menerima laporan, petugas langsung bergerak ke lokasi. Dugaan pencabulan ini melibatkan laki-laki dengan laki-laki,” ujarnya.
Salah seorang karyawan hotel, Hartadi, mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi kejadian karena dirinya tidak sedang bertugas pada saat peristiwa berlangsung. “Saya tahunya kamar hotel itu sudah dipasangi police line,” katanya.
Kasat Reskrim Polres Situbondo AKP Agung Hartawan mengatakan bahwa pihaknya telah memeriksa pihak-pihak yang diamankan. Namun hingga kini korban belum membuat laporan resmi. “Mereka yang diamankan sudah diperiksa, namun korban tidak melapor,” ujar AKP Agung Hartawan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Situbondo, Edi Wiyono, membenarkan adanya penggerebekan di Hotel Sidomuncul 2 Pasir Putih. “Informasi benar, dan sekarang kamar hotel tersebut masih dipasangi garis polisi,” kata Edi Wiyono.
Ia juga menyebut pihaknya tidak menerima koordinasi terkait kegiatan yang berlangsung di kawasan wisata Pasir Putih saat kejadian. “Iya, waktu itu memang ada kegiatan, tapi tidak ada koordinasi dengan dinas,” ujarnya.
Kasus ini pun menjadi perhatian masyarakat karena terjadi di tengah kegiatan yang melibatkan banyak pelajar. Polisi masih mendalami perkara tersebut untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam peristiwa yang melibatkan seorang pendidik dan anak di bawah umur ini. (ws/hel)
