INDONESIAONLINE – Suasana duka menyelimuti pernikahan Agustin Putri Rahmadini dan Nasrul Safaat di Kampung Purwa Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Tulang Bawang, Lampung. Di tengah kehilangan anggota keluarganya, Agustin tetap melangsungkan ijab kabul di hadapan jenazah ayah, ibu, dan adiknya yang menjadi korban pembunuhan.
Agustin adalah putri Hasanah (56) dan Rahmat (69). Keduanya ditemukan meninggal dunia bersama DKP (14), adik Agustin, di rumah mereka pada Senin (5/10/2026).
Kapolsek Banjar Agung AKP Irwansyah mengungkapkan bahwa pernikahan Agustin dengan Nasrul sebenarnya sudah direncanakan sejak sebelumnya. Namun, situasi berubah setelah orang tua dan adik Agustin ditemukan tewas.
“Anaknya memang mau nikah di bulan-bulan ini. Kebetulan orang tuanya meninggal bulan ini,” ujar Irwansyah.
Pelaksanaan ijab kabul tersebut merupakan bagian dari nazar keluarga. Prosesi pernikahan digelar sebelum jenazah ketiga korban dibawa ke pemakaman.
“Ya akhirnya nazar, menyampaikan nazar mereka nikah di depan, sebelum dikubur, di depan jenazah,” kata Irwansyah.
Pernikahan Agustin dan Nasrul berlangsung secara sederhana tanpa pesta ataupun resepsi. Keduanya hanya menjalani prosesi ijab kabul dengan wali yang menikahkan mereka di hadapan jenazah kedua orang tua Agustin.
“Nggak, ijab-kabul aja. Ijab-kabul aja, dinikahin oleh wali di depan jenazah ibu-bapaknya,” jelas Irwansyah.
Prosesi tersebut dilakukan sebagai bentuk pemenuhan nazar keluarga sebelum Hasanah, Rahmat, dan DKP dimakamkan.
Seperti diketahui, satu keluarga di Kabupaten Tulang Bawang ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya. Korban terdiri dari Rachmat (69), Hasanah (56), dan DKP (14).
Peristiwa ini terjadi di Kampung Purwa Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang. Jenazah ketiganya ditemukan oleh warga pada Senin (5/10) pukul 08.30 WIB di kediamannya.
Pelaku pembunuhan adalah Ahmad Fathony (35), yang merupakan kerabat korban. Polisi melakukan pengejaran setelah pria tersebut melarikan diri dari lokasi kejadian.
Tim gabungan akhirnya menangkap Ahmad Fathony di Kabupaten Lampung Timur. Namun, ketika hendak diamankan, pelaku menyerang petugas menggunakan senjata tajam.
Polisi kemudian memberikan tindakan tegas terukur yang menyebabkan Ahmad Fathony tewas. Jenazahnya selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung. (ars/hel)
