INDONESIAONLINE – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Samarinda menggelar kegiatan susur Sungai Karang Mumus yang dirangkaikan dengan penebaran (restocking) 10.000 bibit ikan pada Senin (27/7/2026). Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dan pemulihan ekosistem perairan.
Ketua Umum HMI Cabang Samarinda Achmad Fawwaz Albani mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen HMI untuk mengajak masyarakat menjaga sungai melalui aksi nyata, bukan hanya sebatas kritik.
“Melalui kegiatan susur sungai dan restocking 10.000 bibit ikan ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa menjaga sungai tidak cukup hanya dengan kritik, tetapi harus diwujudkan lewat aksi nyata. Penebaran bibit ikan ini bukan sekadar simbolis, melainkan langkah nyata mendukung pemulihan ekosistem perairan,” ujarnya.
Menurut Fawwaz, susur sungai menjadi sarana melihat langsung kondisi di lapangan. Tujuannya agar lahir rekomendasi berbasis fakta. “Kami juga memasang imbauan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan demi menjaga kelestarian Sungai Karang Mumus,” imbuhnya.
Fawwaz menambahkan, persoalan pencemaran sungai tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
Sementara itu, Kepala Bidang Kemaritiman dan Agraria HMI Cabang Samarinda Irfan Jaya mengajak masyarakat untuk bersama-sama menghidupkan kembali Sungai Karang Mumus dengan menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menghidupkan kembali sungai kita. Mari kita jaga lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai. Jika kita merawat dan menjaga kebersihannya bersama, manfaat Sungai Karang Mumus tentu dapat kita nikmati dalam jangka panjang,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, HMI Cabang Samarinda berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan sungai semakin meningkat sehingga Sungai Karang Mumus tetap menjadi sumber kehidupan, habitat perairan, dan lingkungan yang lestari bagi generasi mendatang. (ra/hel)
