31 Penjual Miras Diamankan setelah 8 Orang Tewas akibat Pesta Miras di Blitar

by -44 views
31 Penjual Miras Diamankan setelah 8 Orang Tewas akibat Pesta Miras di Blitar

Kepolisian Resort (Polres)  Blitar mengamankan 31 penjual minuman keras (miras) di wilayah hukumnya. Mereka dijerat sanksi tindak pidana ringan (tipiring) karena terbukti menjual miras tanpa disertai izin.

Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya mengatakan, razia besar dilakukan kepolisian bersama TNI dan satpol PP merespons tewasnya delapan orang di Kecamatan Kademangan akibat pesta miras. Dari operasi yang digelar, petugas berhasil mengamankan 280 botol miras berbagai merek dan  puluhan botol miras racikan.

“Razia skala besar kami laksanakan bersama-sama dengan jajaran instansi samping. Razia menyasar di seluruh wilayah hukum kami. Hasilnya 31 pedagang miras kami amankan beserta 280 botol miras berbagai merek,” ungkap Fanani.

Baca:  PWI Jember Minta Polisi Usut Tuntas Pemerasan Atas Namakan Wartawan

Sebelum mengamankan 31 pedagang miras, polisi berhasil menangkap penjual miras yang dagangannya menewaskan delapan orang di Kecamatan Kademangan. Tersangka diketahui bernama MK alias Lengkong, warga Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.

Polisi pun langsung menangkap dan menjerat MK dengan pasal berlapis. Tersangka diancam dengan Pasal 204 Ayat 1 KUHP tentang Peredaran Miras serta  Pasal 135 dan Pasal 142 UU RI Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan.

“Tersangka dijerat pasal berlapis alias disangkakan dengan dua pasal. Dia terancam hukuman penjara seumur hidup,” ungkap Fanani.

Dalam pemeriksaan di Mapolres Blitar, Lengkong mengaku baru tiga bulan menjual miras oplosan. Pembelinya warga di sekitar Desa Plosorejo dan Desa Rejowinangun. Kepada petugas, Lengkong mengaku mendapatkan untung sebesar Rp 12.000 per botol.

Baca:  Deretan Kontroversi Roy Kiyoshi, dari Penampilan hingga Isu Pesugihan, Kini Kasus Narkoba!

Untuk 1,5 liter, Lengkong mencampurkan alkohol sebanyak 300 mililiter. Sementara sisanya diisi dengan air mineral. Adapun dia mencampurkan minuman berenergi setelah ada permintaan dari pembelinya.

Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku alkohol dengan kandungan etanol 90%, Lengkong mendapatkanya dari sebuah toko kue di Jalan Anggrek Kota Blitar. Alkohol tersebut dibeli dalam jumlah literan. “Saya beli alkohol di toko kue. Belinya literan,” ungkap Lengkong.

Dalam pengembangan penyelidikan, polisi juga memeriksa pemilik toko kue. Dalam keterangannya, pemilik toko kue mengaku mendapatkan alkohol dari penyuplai di Sidoarjo. Selain memeriksa pemilik toko, petugas juga menyita 100 liter alkohol dari toko tersebut.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 8 warga di Kecamatan Kademangan tewas mendadak setelah pesta miras.  Ironisnya, pesta miras digelar saat bulan Ramadan dan di tengah pandemi virus corona (covid-19).

Baca:  Pelapor Bertambah, Polres Malang Siap Tuntaskan Kasus Video Hoaks Gus Idris

Para korban berasal dari Desa Plosorejo, Rejowinangun, dan Kelurahan Kademangan. Mereka tewas secara beruntun sejak Minggu 3 Mei hingga Selasa 5 Mei 2020. Ada yang meninggal saat dirawat di rumah sakit dengan keluhan sesak napas. Ada pula yang meninggal sebelum mendapatkan perawatan.(ar/hel)