Pulang Merantau dan Depresi, Seorang Suami Aniaya Istri hingga Tewas, Ini yang Dilakukan Setelahnya

by -51 views
Pulang Merantau dan Depresi, Seorang Suami Aniaya Istri hingga Tewas, Ini yang Dilakukan Setelahnya
Pulang Merantau dan Depresi, Seorang Suami Aniaya Istri hingga Tewas, Ini yang Dilakukan Setelahnya

Warga lingkungan Semenggu, Kelurahan Bintoro Patrang, Jember, dibuat geger dengan tangisan anak kecil dari rumah pasangan Ahmad Riyanto (36) dan Hatijah (30), Senin (11/5/2020) kemarin.

Lengkingan tangis anak kecil itu pun mengundang warga berdatangan. Saat warga sampai di rumah dan sebagian masuk ke dalam, ditemukan sosok Hatijah yang terkapar ditempat tidur dalam kondisi tak bernyawa.

Sebelum warga masuk ke dalam rumah, salah satu warga bernama Samhadi, melihat Ahmad Riyanto yang bergegas meninggalkan rumahnya.

“Saat saya tanya mau kemana kamu? Suaminya cuma bilang kalau mau ke rumah saudaranya di Slawu Gebang,” terang Samhadi.

Warga tidak curiga dengan kepergian Ahmad Riyanto, saat itu. Karena fokus ingin mencari tahu apa yang sudah terjadi di dalam rumah pasangan suami istri tersebut.

Baca:  Akhir Tahun 2019, Curanmor Masih Dominasi Kejahatan yang Terjadi di Kota Malang

Di saat itulah warga menemukan Hatijah sudah terkapar dan tidak bernyawa. Samhadi langsung menggendong anak Hatijah, dan memberi tahu kepada warga lain adanya pembunuhan.

“Saat itu kami langsung lapor ke Pak RT,” ujar Samhadi.

Tidak lama setelah mendapat laporan dari warga, jajaran Polsek Patrang yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Iptu Solihin Agus Wijaya, menuju TKP.

Warga bersama kepolisian pun mencari keberadaan Ahmad Riyanto, yang bergegas meninggalkan rumah. Setelah dicari, ternyata Ahmad Riyanto ditemukan meninggal dengan posisi tergantung di salah satu pohon Apokat dibelakang rumah milik salah satu warga di Slawu.

“Ketika anggota Reskrim Polsek Patrang sedang mencari keberadaan pelaku, ternyata di lingkungan Sumberlanggon, Kelurahan Slawu, pelaku dari penganiayaan tersebut gantung diri dan meninggal dunia. Kedua korban dilakukan evakuasi ke RSD dr Subandi Jember untuk dilakukan visum,” terang Kapolsek Patrang.

Baca:  Dua Tahun Mendekam, Satu Orang Napi Teroris di LP Lowokwaru Akhirnya Bebas Bersyarat

“Sementara motif masih dalam pendalaman,” lanjutnya.

Informasi yang berhasil dihimpung di lokasi kejadian, Ahmad Riyanto sebelumnya merantau di Sumatera dan Malaysia. Dari pernikahannya dengan Hatijah, ia memiliki dua anak disabilitas (tuna rungu).

Sejak pulang dari perantauan, pekerjaan Ahmad Riyanto serabutan dan tidak menentu.

“Belakangan memang ia sering mengeluh dengan kondisi ekonomi keluarganya. Mungkin ia depresi, hingga tega menganiaya istrinya sampai meninggal, dan kemudian ia bunuh diri,” ujar tetangga korban.

Sementara dari olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh Ahmad Riyanto yang ditemukan gantung diri di bawah pohon Apokat. (mam/dn)