Komplotan Maling Pura-Pura Beli Cat dan Sekrup, Saat Penjaga Lengah Uang Rp 25 Juta Raib

by -80 views
Komplotan Maling Pura-Pura Beli Cat dan Sekrup, Saat Penjaga Lengah Uang Rp 25 Juta Raib
Polisi melakukan olah TKP di lokasi pencurian toko bangunan di Tanjungsari Kota Blitar.

Komplotan maling mengacak-acak sebuah toko bangunan di Jalan Kampar Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Rabu (13/5/2020) siang. Mereka menggasak uang senilai Rp 25 juta setelah berhasil menggelabui pemilik toko.

Informasi yang dihimpun dari kepolisian, kejadian tersebut berawal saat dua orang datang ke toko bangunan menaiki sepeda motor. Saat itu toko dijaga oleh seorang anak perempuan. Kedua orang itu beralasan mau membeli cat.

Selang beberapa saat kemudian datang kembali dua orang naik sepeda motor. Mereka datang berasalan membeli sekrup. Dua orang yang datang lebih dulu meminta korban mencarikan barang, kemudian yang dua lagi membawa kabur uang di tempat penyimpanan uang.

Baca:  Lagi Jual Kayu Sonokeling Hasil Curian, Dua Pria Asal Jombang Dibekuk

“Dugaan kami mereka satu komplotan. Modus yang digunakan yakni dua orang berpura-pura jadi pembeli yang meminta korban mencarikan barang. Kemudian dua orang lagi berperan mengambil uang yang ada di tempat penyimpanan di toko tersebut,” terang Kapolsek Sukorejo Kompol Slamet Pujiono.

Slamet menambahkan, saat penjaga toko kembali dari mencarikan barang yang dibeli, dua orang yang mengambil uang itu sudah membawa Rp 25 juta dari brankas toko.

Komplotan maling yang terekam CCTV  disekitar lokasi kejadian, membuat kepolisian yang mendapat informasi tindak kejahatan itu langsung melakukan pengejaran.

“Toko yang jadi sasaran pencurian tidak memiliki CCTV, namun di sekitar toko itu ada, aksi mereka terekam. Keterangan dari sejumlah saksi menyebutkan keempat pelaku berboncengan naik sepeda motor Honda Vario dan Yamaha Lexi,” paparnya.

Baca:  Awas, Pelaku Pencurian Spesialis Kendaraan Bermotor Masih Berkeliaran

Sementara Suwarji selaku pemilik toko mengatakan, sekitar dua bulan yang lalu tokonya sempat didatangi empat orang dengan gerak-gerik mencurigakan. Namun saat itu diketahui tidak ada uang maupun barang toko yang hilang.

“Gerak-geriknya sangat mencurigakan. Tapi pada waktu itu aman, tidak ada barang ataupun uang yang hilang. Modusnya saat itu pura-pura beli barang disini,” ucapnya. (Ar/dn)