INDONESIAONLINE – Menjaga kebersihan gigi perlu dilakukan dengan frekuensi dan cara yang tepat agar kesehatan mulut tetap terjaga. Menyikat gigi secara rutin bukan hanya mencegah gigi berlubang, tetapi juga membantu menghindari bau mulut dan gangguan gusi.
Dokter gigi umumnya menganjurkan menyikat gigi sedikitnya dua kali dalam sehari. Waktu yang disarankan yakni pagi hari setelah sarapan serta malam hari sebelum tidur. Kedua waktu tersebut dinilai efektif untuk membersihkan plak dan sisa makanan yang menempel di gigi.
Dikutip dari alodokter, menyikat gigi sebelum tidur menjadi kebiasaan penting karena produksi air liur menurun saat malam hari sehingga bakteri lebih mudah berkembang di rongga mulut.
Namun, jika baru mengonsumsi makanan atau minuman yang bersifat asam seperti jeruk maupun soda, sebaiknya menunggu sekitar 30 menit sebelum menyikat gigi. Langkah ini bertujuan mencegah lapisan enamel terkikis.
Menyikat gigi terlalu sering juga tidak dianjurkan. Frekuensi lebih dari tiga kali sehari, terlebih dengan tekanan kuat atau memakai sikat berbulu keras, dapat merusak enamel serta melukai gusi. Karena itu, gunakan sikat gigi berbulu lembut dan ganti setiap tiga bulan atau ketika bulunya mulai rusak.
Selain frekuensi, teknik menyikat gigi juga perlu diperhatikan. Gigi sebaiknya disikat dengan gerakan memutar secara lembut selama kurang lebih dua menit. Cara ini membantu membersihkan gigi tanpa menimbulkan cedera pada gusi.
Bagi pengguna kawat gigi, gigi palsu, atau orang dengan kondisi medis tertentu, disarankan berkonsultasi dengan dokter gigi agar mengetahui metode dan alat pembersih yang sesuai.
Kesehatan mulut juga bisa dijaga dengan kebiasaan tambahan, seperti memakai pasta gigi ber-fluoride, membersihkan sela gigi menggunakan benang gigi, berkumur dengan obat kumur antibakteri bila diperlukan, serta rutin membersihkan lidah.
Selain itu, masyarakat dianjurkan membatasi makanan manis, memperbanyak minum air putih, menghindari rokok, serta mengonsumsi makanan bergizi yang kaya kalsium dan vitamin D demi menjaga kekuatan gigi dan tulang rahang.
Pemeriksaan ke dokter gigi setiap enam bulan sekali juga penting dilakukan meski tidak ada keluhan. Dengan kontrol rutin, masalah pada gigi dan mulut dapat dideteksi lebih awal dan segera ditangani. (hsa/hel)
