Beranda

Jelang Pemilihan Ketum PBNU, Ma’ruf Amin Pastikan Istana Tak Ikut Campur

Musytasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin (fb)

INDONESIAONLINE – Musytasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin meyakini pemerintah, termasuk pihak Istana, tidak akan mencampuri pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU yang akan digelar di Jombang, Jawa Timur.

Ma’ruf menegaskan, forum tertinggi NU tersebut harus berlangsung secara independen dan tidak dipengaruhi kepentingan pihak tertentu, termasuk isu mengenai adanya dukungan atau restu dari Istana. “Jangan sampai ada muktamar itu diwarnai seperti adanya pihak, dipengaruhi pihak tertentu, ada isu restu Istana misalnya. Saya yakin, kita yakin bahwa pemerintah tidak akan melakukan hal itu,” kata Ma’ruf dalam konferensi pers di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Wakil presiden ke-13 Republik Indonesia itu menyampaikan bahwa pemerintah selama ini tidak melakukan intervensi terhadap persoalan internal yang terjadi di tubuh PBNU.
Menurut dia, hal tersebut juga terlihat ketika NU menghadapi konflik internal pada masa sebelumnya. Saat itu, pemerintah tidak mengambil alih penyelesaian persoalan, melainkan memberikan ruang agar konflik diselesaikan secara internal melalui mekanisme islah atau perdamaian.

“Seperti waktu konflik, adanya masa yang lalu, pemerintah tidak mengambil, tapi penyelesaiannya dilakukan melalui islah (damai) secara internal,” ujarnya.

Ma’ruf juga mengaku telah memperoleh informasi bahwa Istana tidak memberikan dukungan kepada salah satu pihak yang akan bertarung dalam Muktamar Ke-35 PBNU.
Karena itu, ia mengajak para ulama untuk memberikan seruan moral agar proses muktamar berjalan sesuai hati nurani dan nilai-nilai akhlak yang selama ini menjadi pegangan Nahdlatul Ulama.
“Karena itu para ulama, kita menyerukan seruan moral supaya berjalan sesuai dengan hati nurani dan sesuai akhlak NU,” kata Ma’ruf.

Muktamar Ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Forum tersebut menjadi momentum penting bagi NU untuk melakukan konsolidasi organisasi sekaligus memilih ketua umum PBNU periode berikutnya.

Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas dipilih sebagai lokasi muktamar karena memiliki kaitan sejarah yang kuat dengan NU. Pesantren tersebut merupakan tempat kelahiran KH Abdul Wahab Hasbullah, salah satu tokoh penting dalam pendirian Nahdlatul Ulama.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul telah menyebut sejumlah nama yang masuk dalam bursa calon ketua umum PBNU. Beberapa nama yang disebut antara lain KH Yahya Cholil Staquf (ketua umum PBNU sekarang), Menteri Agama Nasaruddin Umar, KH Zulfa Mustofa yang merupakan keponakan Ma’ruf Amin, Gus Yusuf Chudlori, Gus Salam Shohib, serta KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin yang merupakan ketua PWNU Jawa Timur.

Gus Ipul mengatakan, sebagai bagian dari panitia penyelenggara, dirinya tengah mempersiapkan pelaksanaan muktamar agar berjalan sebaik-baiknya. Ia juga menilai NU memiliki banyak kader yang berpotensi memimpin organisasi tersebut.

“Siapa pun boleh maju, siapa pun bisa ikut dalam pemilihan ketua umum yang akan datang. Saya kira Nahdlatul Ulama tidak kekurangan kader untuk menjadi ketua umum di masa yang akan datang,” kata Gus Ipul. (rds/hel)

Exit mobile version