Dinkes Tulungagung Lakukan Fogging Setelah Adanya Laporan Chikunguya

by -61 views
Dinkes Tulungagung Lakukan Fogging Setelah Adanya Laporan Chikunguya
Petugas saat lakukan fogging di Desa Pinggirsari pasca ada puluhan wargamya terkena chikunguya

Paska adanya puluhan warga Pinggirsari, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, yang terserang chikungunya, membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) langsung melakukan fogging (pengasapan), Jum’at (15/5/2020).

“Hari ini kita melakukan action untuk memutus mata rantai penularan penyakit ini dengan membunuh nyamuk dewasa melalui fogging thermal,” terang Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes Kabupaten Tulungagung, Didik Eka.

Fogging dilakukan di 5 RT di desa tersebut. Setelah fogging nantinya akan dilakukan pembagian larvasida untuk membunuh jentik-jentik nyamuk.

“Pembagiannya nanti sekaligus sosialisasi ke rumah-rumah warga,” ujarnya.

Sebelum dilakukan fogging, pagi tadi pihak pemdes juga melakukan PSN (pemberantasan sarang nyamuk), untuk membunuh jentik nyamuk pembawa penyakit ini, aedes aegypti  dan aedes albopictus.

Baca:  10 Ribu Liter Disinfektan Disemprotkan di Kota Batu, Ada 120 Personel Gabungan Dikerahkan

Dari data yang dimilikinya, ada sekitar 31 warga yang terserang penyakit ini. Beberapa diantaranya mengalami kelumpuhan. Mereka terdiri dari anak-anak hingga dewasa.

“Kalau enggak salah sekitar 9 warga (alami kelumpuhan),” terangnya.

Gejala chikungunya sendiri biasanya diawali dengan demam tinggi, pusing, nyeri pada sendi hingga kelumpuhan sementara pasca digigit oleh nyamuk pembawa virus ini.

Jika ada warga mengalami gejala tersebut, disarankan untuk berobat ke faskes terdekat.

Meski vektor penyakit ini sama dengan demam berdarah, namun penyakit ini tidak seberbahaya demam berdarah dan tidak menimbulkan kematian. Tapi seringkali menimbulkan kelumpuhan sementara dan akan sembuh dalam waktu beberapa hari.

Kasus tahun ini merupakan pertama kali dalam 3 tahun terakhir. Penyakit ini sudah sejak tahun 2017-2019 tak terjadi di Tulungagung.

Baca:  Pulang Umrah, Kakek 70 Tahun Ini Diisolasi di RSUD Jombang

“Bisa saja ada 1 atau 2 orang membawa virus itu dari luar daerah, kemudian ada vektornya (pembawa) akhirnya menyebar,” kata Didik.

Sebelumnya, puluhan warga Dusun/Desa Pinggirsari, Kecamatan Ngantru mengalami gejala chikungunya.

Mereka sudah mengalami gejala ini sudah sejak Sabtu, (9/5/2020) lalu. Bahkan beberapa warga mengalami gejala kelumpuhan.

Nia (30) yang tinggal di RT 1 RW 2 salah satunya. Wanita ini mengaku sakit pada persendianya sehingga tidak bisa beraktivitas, seperti orang lumpuh.

“Saya malah seperti lumpuh, rasanya persendian sangat sakit. Bahkan sakitnya sampai ke pinggang,” tuturnya.

Sebelum mengeluhkan sakit pada persendianya, Nia mengalami demam. Setelah demamnya mereda, timbul bintik-bintik merah pada kulit disertai nyeri pada persendian. (jp/dn)