Apa yang Harus Dilakukan Saat Isolasi Mandiri di Rumah? Simak Panduannya

by -169 views
Apa yang Harus Dilakukan Saat Isolasi Mandiri di Rumah? Simak Panduannya
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock).

Bagi penderita Covid-19 selama ini harus menjalankan isolasi. Pasien dengan gejala atau penyakit penyerta, mendapatkan perawatan dan diisolasi di rumah sakit. Sementara pasien tanpa gejala, wajib melakukan isolasi mandiri di rumah.

Nah, bagi yang menjalankan isolasi mandiri di rumah, proses penyembuhan pasien bisa berlangsung lebih cepat. Asal, mengikuti panduan jadwal aktivitas sehari-hari untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Hal yang wajib, tetap menjalankan protokol kesehatan Covid-19, seperti rajin cuci tangan dan jaga jarak dengan keluarga lainnya.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang pun memberikan panduan khusus aktivitas yang bisa dijadikan acuan pasien saat melakukan isolasi mandiri di rumah. Jadwal tersebut berisikan kegiatan sejak bangun pagi hingga tidur malam.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif menyatakan panduan yang telah dijadwalkan tersebut sebagai salah satu strategi bagi pasien untuk mengatur stamina, gizi, dan imunitas tubuh.

Baca:  Kenali Gejala BC yang Rentan Terhadap Anak-Anak

“Itu sebagai salah satu strategi di dalam mengatur aktivitas dalam kehidupannya sehari-hari. Sehingga ada waktu istirahat, ada waktu aktivitas, ada waktu untuk makan. Ini semua untuk mengatur stamina atau gizi di dalam tubuhnya itu,” ujarnya.

Bahkan, acuan ini tak hanya diberlakukan bagi pasien Covid-19 saja. Masyarakat yang sehat pun disarankan untuk mengikuti jadwal kegiatan ini untuk meningkatkan imunitas tubuhnya.

“Supaya seimbang antara sekarang makan, 1 jam lagi ada aktivitas, jadi tidak lagi seperti kebiasaan-kebiasaan sebelumnya. Itulah tatanan kehidupan baru di masa pandemi (new normal),” imbuhnya.

Lantas, hal apa saja yang harus dilakukan pasien Covid-19 saat isolasi mandiri di rumah agar lekas sembuh?

Mulai pukul 04.00, pasien diharapkan sudah mulai bangun. Bagi yang beragama muslim bisa memulai aktivitas dengan beribadah salat Subuh, kemudian cek kesehatan secara mandiri, seperti cek suhu tubuh serta minum segelas air putih.

Baca:  Cara Unik Anak-Anak India Cegah Corona, Taruh Tusuk Gigi di Lift

Pukul 05.00, pasien isolasi mandiri juga sudah harus beraktivitas gerak. Dengan yang paling sederhana seperti bersih-bersih area tempat tidur. Lalu, buka jendela agar sirkulasi udara pagi masuk, menyiapkan sarapan dan pastikan minum air putih lagi.

Pukul 06.00 pagi bisa diisi dengan olahraga ringan dan minum segelas air putih lagi plus dianjurkan minum susu satu gelas. Pukul 07.00, lanjut mandi dan sarapan pagi dan minum multivitamin.

Pukul 09.00 sekiranya untuk berjemur, baik diri ataupun peralatan tidur disarankan dijemur di bawah terik sinar matahari. Pukul 10.00, makan selingan sehat seperti snack dan buah.

Selanjutnya, menjelang siang pukul 10.30 boleh beraktivitas bebas tapi tetap sosial distancing dan patuhi kaidah isolasi mandiri. Pukul 12.00 dilanjutkan ibadah dan makan siang. Jangan lupa kembali minum air putih.

Pukul 13.00, pasien harus istirahat total dengan tidur siang. Kemudian pukul 15.00 bisa diisi ibadah, juga beraktivitas fisik seperti berkebun dan menyiapkan makan malam. Bisa juga sambil makan makanan selingan sehat sore. Lalu, pukul 17.00 diisi ishoma, mandi, ibadah dan makan malam.

Baca:  PMI Kota Kediri Wawancarai 50 Penyintas Covid-19, Untuk Ini!

Sedangkan kegiatan di jam malam, mulai pukul 19.00, bisa diisi dengan melakukan hal yang bisa memotivasi diri dan bersifat relaksasi seperti menonton TV, ikuti Zoom, mengecek group WhatsApp dan komunikasi positif lainnya.

Terakhir pukul 21.00 malam, masyarkat diharuskan sudah menuju tempat tidur untuk istirahat dan tak lupa meminum segelas air putih lagi sebelum tidur.

Lebih jauh, masyarakat terus gencar diberikan sosialisasi dan edukasi dalam menerapkan hal ini. Langkah-langkah tersebut juga rutin disosialisasikan oleh Dinkes Kota Malang melalui puskesmas-puskesmas wilayah ke masing-masing warga di sekitarnya.

“Iya (rutin sosialisasi), dari Dinkes kita sampaikan ke Puskesmas, Puskesmas kepada warga sekitarnya,” tandasnya.

(Acf/Lnr)