Beranda

Ketegangan AS-Iran Memanas, Pasar Minyak Bergejolak

Ketegangan AS-Iran Memanas, Pasar Minyak Bergejolak
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (afp)

INDONESIAONLINE – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan akan menentukan sikap terkait kemungkinan aksi militer terhadap Iran dalam waktu sekitar 10 hari ke depan.

Trump mengatakan, Washington bisa saja mengambil langkah lebih jauh, namun peluang tercapainya kesepakatan dengan Teheran juga masih terbuka. Ia menilai upaya mencapai perjanjian yang substansial dengan Iran selama ini tidak mudah, tetapi tetap diperlukan. Jika kesepakatan tersebut gagal terwujud, menurut Trump, konsekuensi serius dapat terjadi.

Ucapan Trump itu memicu reaksi pasar energi global. Kekhawatiran akan potensi konflik AS–Iran mendorong harga minyak mentah Amerika Serikat naik US$ 1,24 atau 1,9% menjadi US$ 66,43 per barel. Sementara minyak jenis brent meningkat US$ 1,31 atau 1,86% ke level US$ 71,66 per barel.

Sebelumnya, utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner diketahui melakukan pertemuan dengan pihak Iran di Jenewa, Swiss, pekan ini guna membahas program nuklir Teheran. Wakil Presiden AS JD Vance menyebut Iran belum merespons batasan yang diajukan pemerintahan Trump dalam perundingan tersebut.

Di tengah situasi itu, Washington juga memperkuat kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah. Kapal induk USS Abraham Lincoln telah berada di wilayah tersebut. Sementara kapal induk USS Gerald Ford dilaporkan sedang menuju kawasan yang sama.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyampaikan bahwa dialog di Jenewa menghasilkan sejumlah kemajuan, meski masih terdapat perbedaan pandangan mendasar antara kedua negara. Ia menambahkan bahwa berbagai alasan dapat diajukan untuk mempertimbangkan opsi serangan terhadap Iran.

Sementara itu, Garda Revolusi Iran menggelar latihan militer di Selat Hormuz pada pekan ini. Jalur perairan strategis tersebut merupakan salah satu rute utama perdagangan minyak dunia, sehingga eskalasi konflik di kawasan itu dikhawatirkan dapat mengganggu pasokan energi global. (rds/hel)

Exit mobile version