Beranda

Mengharukan, Putri Kecil Tangisi Jasad Àyah yang Tewas Dimassa karena Diduga Curi Ayam

Anak perempuan yang masih kelas 1 SD menangisi jasad ayahnya yang tewas dimassa karena diduga mencuri ayam di Bali. (instagram)

INDONESIAONLINE  – Perbekel (Kepala Desa) Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, I Made Sutama menyampaikan keprihatinan atas meninggalnya salah seorang warganya, KD, yang diduga menjadi korban pengeroyokan setelah dituduh mencuri ayam aduan di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan.

Sutama menegaskan bahwa dugaan tindak pidana seharusnya diselesaikan melalui jalur hukum, bukan dengan tindakan main hakim sendiri yang dapat merenggut nyawa seseorang.

“Kalau memang bersalah, laporkan ke pihak berwajib. Jangan melakukan main hakim sendiri sampai menghilangkan nyawa orang hanya gara-gara mencuri ayam,” ujar Sutama, Sabtu (25/7/2026).

Ia menekankan Indonesia merupakan negara hukum sehingga setiap dugaan pelanggaran harus ditangani oleh aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Menurut dia, masyarakat tidak boleh mengambil tindakan sendiri terhadap orang yang diduga melakukan tindak pidana.

Sutama juga mengungkapkan rasa duka mendalam atas musibah yang dialami keluarga korban. KD meninggalkan seorang istri dan tiga anak. Anak sulung telah menikah, sementara dua anak lainnya masih menempuh pendidikan. Masing-masing duduk di kelas 1 SMA dan kelas 1 SD.

Ia mengaku turut menjemput jenazah korban dan menyaksikan langsung kesedihan keluarga saat jenazah tiba di rumah. Tangisan putri bungsu korban yang memanggil ayahnya bahkan sempat viral di media sosial dan mengundang simpati publik. “Kemarin saya yang menjemput jenazahnya. Saat tiba di rumah, melihat anaknya menangis tersedu-sedu, saya benar-benar sedih,” ungkapnya.

Menurut Sutama, pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian KD serta menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum. Ia berharap tragedi serupa tidak kembali terjadi dan menjadi pelajaran agar setiap persoalan hukum diselesaikan melalui mekanisme yang berlaku.

Sebelumnya, KD dilaporkan meninggal dunia setelah diduga dikeroyok warga usai tepergok diduga mencuri ayam aduan di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan. Selain itu, sepeda motor yang digunakan korban dilaporkan dibakar. Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa tersebut. (hsa/hel)

Exit mobile version