INDONESIAONLINE – Warga Muhammadiyah telah memiliki acuan waktu untuk menjalankan ibadah Ramadan 1448 Hijriah. Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1448 H atau awal puasa Ramadan 2027 bertepatan dengan Senin 8 Februari 2027.
Penetapan tersebut mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang digunakan Muhammadiyah sebagai sistem penanggalan. Berdasarkan kalender tersebut, Ramadan 1448 H akan berlangsung selama 29 hari.
Sementara itu, Hari Raya Idulfitri atau 1 Syawal 1448 H ditetapkan jatuh pada Selasa 9 Maret 2027. Dengan demikian, umat Islam yang mengikuti penetapan Muhammadiyah akan menjalani Ramadan mulai 8 Februari hingga 8 Maret 2027.
Selain awal dan akhir Ramadan, Muhammadiyah juga menetapkan tanggal 17 Ramadan 1448 H yang bertepatan dengan peringatan Nuzulul Quran. Tanggal tersebut jatuh pada Rabu 24 Februari 2027.
Berikut jadwal Ramadan 1448 H dan Idulfitri 2027 berdasarkan KHGT Muhammadiyah:
– 1 Ramadan 1448 H: Senin 8 Februari 2027
– 17 Ramadan 1448 H/Nuzulul Quran: Rabu 24 Februari 2027
– 29 Ramadan 1448 H: Senin 8 Maret 2027
– 1 Syawal 1448 H/Idulfitri: Selasa 9 Maret 2027
Pemerintah Belum Menetapkan Awal Ramadan 2027
Meski Muhammadiyah telah menetapkan tanggal awal Ramadan dan Idulfitri, pemerintah Indonesia hingga kini belum mengeluarkan keputusan resmi mengenai awal Ramadan 1448 H maupun Idulfitri 2027.
Kementerian Agama (Kemenag) nantinya menentukan awal Ramadan melalui mekanisme hisab dan rukyatul hilal. Hasil perhitungan dan pemantauan hilal tersebut akan menjadi bahan pembahasan dalam sidang isbat.
Karena Ramadan 1448 H masih beberapa bulan lagi, pemerintah belum menetapkan secara final tanggal dimulainya ibadah puasa Ramadan 2027.
Dengan demikian 8 Februari 2027 sebagai awal Ramadan dan 9 Maret 2027 sebagai Idulfitri merupakan penetapan berdasarkan KHGT Muhammadiyah. Adapun tanggal yang akan menjadi ketetapan pemerintah masih menunggu pelaksanaan sidang isbat Kementerian Agama. (ars/hel)
