INDONESIAONLINE – Dua hari raya, Idul Fitri dan Idul Adha, sama-sama menjadi momen penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Namun di sejumlah negara, perayaan Idul Adha justru terasa lebih meriah dibandingkan Idul Fitri.
Jika di Indonesia suasana Idul Fitri identik dengan mudik, kumpul keluarga, hingga tradisi saling bermaafan, beberapa negara lain memiliki tradisi berbeda. Mereka menempatkan Idul Adha sebagai perayaan terbesar karena erat kaitannya dengan ibadah kurban, kegiatan sosial, hingga budaya lokal yang diwariskan turun-temurun.
Dilansir dari berbagai sumber budaya dan tradisi Islam dunia, berikut lima negara yang dikenal memiliki perayaan Idul Adha lebih semarak dibandingkan Idul Fitri.
1. Arab Saudi
Sebagai pusat lahirnya Islam dan lokasi pelaksanaan ibadah haji, Arab Saudi menjadikan Idul Adha sebagai hari raya paling istimewa.
Momen ini bertepatan dengan puncak ibadah haji di Kota Makkah yang dihadiri jutaan jemaah dari berbagai negara. Suasana Idul Adha di Arab Saudi pun berlangsung sangat meriah dengan berbagai kegiatan keagamaan, penyembelihan hewan kurban, hingga tradisi berbagi kepada masyarakat.
Pemerintah setempat biasanya juga menetapkan cuti panjang agar masyarakat dapat fokus menjalankan ibadah dan merayakan hari raya bersama keluarga.
2. Uni Emirat Arab (UEA)
UEA menjadi salah satu dari negara yang merayakan Idul Adha dengan sangat meriah. Di UEA pemerintahnya memberikan hari libur umum paling sedikit tiga hari untuk warga negaranya. Pemberian libur ini bahkan bisa dimulai sehari sebelum Idul Adha, yakni Hari Arafah, agar para masyarakat mampu melaksanakan ibadah dan juga mempersiapkan menyambut Idul Adha.
3. Pakistan
Di Pakistan, Idul Adha menjadi salah satu perayaan terbesar setiap tahunnya. Pemerintah bahkan menetapkan libur nasional selama beberapa hari untuk menyambut Hari Raya Kurban.
Masyarakat Pakistan memanfaatkan momen tersebut untuk memperbanyak ibadah, menghadiri khutbah di masjid, hingga berkumpul bersama keluarga besar.
Selain itu, tradisi berbagi daging kurban kepada tetangga dan warga kurang mampu juga menjadi bagian penting yang membuat suasana Idul Adha terasa sangat hangat dan penuh kebersamaan.
4. Mesir
Mesir sendiri menamai Idul Adha sebagai ‘Eid El-Kibr’. Dalam perayaannya, Mesir akan mengadakan sebuah festival yang besar. Festival itu berisikan adat budaya tradisional dengan doa dan juga khutbah yang diikuti oleh setiap keluarga besar di Mesir.
5. Nigeria
Perayaan Idul Adha di Nigeria memiliki nuansa budaya yang sangat kuat. Salah satu tradisi paling terkenal adalah Festival Durbar, yakni parade kuda besar-besaran yang digelar di beberapa wilayah.
Dalam festival tersebut, kuda-kuda dihias dengan beragam ornamen warna-warni sebelum diarak keliling kota. Tradisi ini menjadi simbol kegembiraan masyarakat muslim Nigeria dalam menyambut Idul Adha.
Tak hanya itu. Masyarakat juga menggelar berbagai acara adat dan pertunjukan seni yang membuat suasana hari raya semakin meriah.
6. Turki
Masyarakat Turki memiliki tradisi unik saat Idul Adha yang dikenal dengan sebutan Kurban Bayrami.
Menjelang penyembelihan, hewan kurban biasanya dihias menggunakan pita warna-warni atau lukisan henna sebagai simbol penghormatan. Tradisi ini sudah berlangsung turun-temurun dan masih dipertahankan hingga sekarang.
Selain itu, warga Turki ramai-ramai membagikan daging kurban kepada keluarga, tetangga, hingga masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk solidaritas sosial.
7. India
Di India, Idul Adha juga dirayakan dengan penuh antusiasme, terutama di wilayah dengan populasi muslim yang besar.
Tradisi penyembelihan kambing atau yang dikenal sebagai “bakri” menjadi salah satu ciri khas perayaan Idul Adha di India. Suasana hari raya terasa sangat hidup karena masyarakat berkumpul bersama keluarga dan saling berbagi makanan hasil kurban.
Bagi banyak warga muslim India, Idul Adha memiliki makna sosial yang sangat kuat karena menjadi momen untuk mempererat hubungan antarwarga sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan.
Meski setiap negara memiliki tradisi dan cara perayaan yang berbeda, Idul Adha tetap menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memperkuat keimanan, menumbuhkan kepedulian sosial, dan mempererat tali persaudaraan.
Perbedaan budaya justru membuat perayaan Idul Adha di berbagai belahan dunia terasa semakin menarik dan kaya akan nilai tradisi. (mt/hel)
