PAD Kabupaten Malang Bisa Anjlok 60 Persen Bila Pandemi Covid-19 Masih Bercokol Sampai September

by -41 views
PAD Kabupaten Malang Bisa Anjlok 60 Persen Bila Pandemi Covid-19 Masih Bercokol Sampai September
Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Dr Purnadi saat menjelaskan soal potensi PAD yang diprediksi bakal anjlok akibat pandemi covid-19

Pagi tadi (Senin 11/5/2020) jajaran staf dan petinggi Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kabupaten Malang mendadak menggelar rapat. Agenda yang berlangsung di ruang Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Dr Purnadi tersebut terpantau berjalan sangat serius.

Ruangan yang berukuran sekitar 7 x 3,5 meter itu, seketika dijejali oleh puluhan pegawai Bapenda Kabupaten Malang yang terlihat memolototi layar proyektor. Wajar saja, rapat yang berjalan dengan hikmat tersebut, harus dilakukan guna mengantisipasi PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Malang yang terancam menurun derastis.

”Memasuki bulan kelima, PAD harusnya memperoleh penghasilan yang setara dengan 40 persen dari target yang ditentukan. Namun hingga bulan April (2020) targetnya hanya terpenuhi 23,20 persen,” kata Dr Purnadi saat ditemui disela agenda rapat, Senin (11/5/2020).

Sebagai informasi, PAD Kabupaten Malang tahun 2020 ini ditarget memperoleh penghasilan Rp 715.980.715.184. Namun hingga akhir April 2020, target PAD hanya terpenuhi 23,20 atau setara dengan Rp 166.118.126.845.

Baca:  Komisi A Ajukan Revisi Perda Reklame, Bilboard dan Baliho

”Perkiraan sampai dengan tahun 2020 nanti, tepatnya hingga bulan Desember. PAD Kabupaten Malang bisa anjlok mencapai 50 persen. Itupun dengan asumsi bulan Agustus (2020) sudah mulai ada geliat perkembangan perekonomian,“ ucap Dr Purnadi.

Menurut pria yang identik mengenakan kaca mata ini, penyebab anjloknya PAD kabupaten Malang dikarenakan pendapatan penyokong seperti Pajak Daerah dan Retribusi Daerah juga mengalami penurunan pendapatan, yang bisa dibilang sangat derastis.

”Target pajak daerah hingga bulan kemarin (April 2020) hanya terpenuhi 26,26 persen. Sedangkan target retribusi hanya terpenuhi 24,57 persen dari target yang sudah ditentukan,” keluhnya.

Perlu diketahui, pajak daerah tahun ini ditarget Rp 286.439.697.000. Sedangkan hingga akhir bulan April 2020, targetnya hanya terpenuhi 26,26 persen atau setara dengan Rp 75.210.659.618.

Baca:  Kunker ker Koramil, Ini Pesan Dandim 0808/Blitar

Kondisi serupa juga terjadi pada retribusi daerah. Dari target yang dipatok Rp 35.038.091.750. Hingga bulan April 2020, target retribusi daerah hanya terpenuhi nyaris 25 persen atau setara dengan Rp 8.610.563.377.

”Penyebab dari anjloknya PAD dikarenakan adanya pandemi covid-19. Kami berharap agar bulan Agustus situasi semacam ini sudah berakhir. Tapi jika bulan 9 (September 2020) pandeminya belum ada tanda-tanda bakal berakhir, maka penurunan PAD bisa mencapai prosentase antara 55 hingga 60 persen,” sambung Dr Purnadi.

Kondisi penurunan PAD tersebut, lanjutnya, juga bakal berimbas pada sektor pendapatan penyokong. Yakni diantaranya meliputi pendapatan pajak daerah dan retribusi daerah. ” Pendapatan pajak, retribusi dan lain sebagainya bisa menurun hingga 55 persen,” ungkapnya.

Baca:  Tutup Black Market Buku Uji Kir, Dishub Luncurkan Kartu Pintar

Jika dihitung secara keseluruhan, hingga akhir tahun 2020 PAD Kabupaten Malang yang semula ditarget Rp 715.980.715.184. Kemungkinan hanya terealisasi sekitar Rp 356 miliar.

”Capaian tersebut (Rp 356 miliar) terjadi apabila pada bulan Agustus dan September hingga akhir tahun 2020, tidak ada peningkatan pendapatan karena pandemi covid-19 ini,” ucap Dr Purnadi.

Meski demikian, mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang ini, tetap optimis bisa memaksimalkan potensi PAD. Namun dengan catatan pandemi covid-19 berakhir saat menjelang bulan Agustus 2020.

”Kemungkinan, jika pandemi pada bulan Agustus sudah berakhir. Maka 1 sampai 2 bulan kita bisa sosialisasi kepada masyarakat, kemudian 3 bulan terakhir (Oktober sampai Desember) fokus untuk recovery (pemulihan PAD),” tutup Dr Purnadi. (Al/dn)