Dinkes Kabupaten Malang Siap Genjot Vaksinasi Door to Door

INDONESIAONLINE – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang akan mengoptimalkan peran vaksinasi door to door. Hal tersebut lantaran hingga saat ini, vaksinasi Covid-19 masih menjadi skema yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk mengantisipasi pandemi Covid-19 agar tidak kembali meluas.

Dalam pelaksanannya, agar lebih optimal Dinkes Kabupaten Malang juga bermitra dengan rumah sakit yang ada di Kabupaten Malang dalam pelayanan vaksinasi, baik untuk dosis pertama hingga dosis ketiga. Termasuk dengan seluruh elemen masyarakat, baik TNI-Polri, komunitas , organisasi masyarakat (ormas), klinik dan rumah sakit.

“Vaksinasi door to door kita bermitra dengan rumah sakit. Selain itu juga sudah banyak. Kita juga sudah mencoba bermitra dengan banyak pihak,” ujar Plt Kepala Dinkes Kabupaten Malang, Mursyidah.

Plt Kepala Dinkes Kabupaten Malang, Mursyidah.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

Ia memastikan bahwa vaksinasi door to door ini sudah dilakukan di 33 kecamatan se-Kabupaten Malang. Dan telah dilakukan sejak Bupati Malang HM. Sanusi memberikan instruksi tersebut. Saat ini, capaian vaksinasi secara keseluruhan sudah mencapai 87,99 persen.

Berdasarkan data dari Dinkes Kabupaten Malang, dari target sebanyak 2.078.406 orang yang menjadi sasaran vaksin. Hingga saat ini sudah ada sebanyak 1.616.675 jiwa yang telah divaksin. Dari jumlah tersebut, sudah ada sekitar 24 persen yang telah divaksin hingga dosis ketiga.

“Yang masih rendah itu vaksinasi lansia,” imbuh Mursyidah. 

Di mana, untuk vaksinasi lansia sudah tercapai sebesar 53,79 persen hingga dosis kedua. Dirinya menegaskan bahwa vaksinasi ini akan terus dilakukan hingga capaiannya bisa 100 persen. Baik dosis pertama, kedua hingga dosis ketiga atau dosis booster.

Kegiatan vaksinasi yang digelar di tingkat sekolah.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

“Ya mudah-mudahan dengan (vaksinasi) door to door, dosis pertama hingga booster bisa 100 persen. Upaya tidak bisa sendiri, kita bermitra dengan seluruh masyarakat,” tegas Mursyidah.

Dari pantauannya, salah satu hal yang masih menjadi kendala adalah kesadaran masyarakat yang relatif masih rendah, meskipun capaian vaksinasi hingga saat ini suda terbilang tinggi. Menurutnya, hal itu lantaran ada sebagian masyarakat yang menganggap atau merasa bahwa Covid-19 ini sudah tidak ada.

“Kendalanya masyarakat merasa sudah tidak ada Covid-19. Memang Omicron itu kematiannya rendah meskipun penyebarannya cepat. Masyarakat merasa Covid sudah tidak ada, makanya kita semua berlomba-lomba menanganinya,” pungkas Mursyidah.

You May Also Like

Gelar Lomba Kreasi Memasak, Cara Kreatif Koperasi Srikandi Sejahtera Angkat Telur Blitar

INDONESIAONLINE – Koperasi Srikandi Blitar Sejahtera menyelenggarakan lomba memasak olahan telur di…

Wali Kota Sutiaji Terima Ijazah Kitab Ratibul Haddad dan Syawariqul Anwar dari KHR Achmad Azaim

INDONESIAONLINE – Wali Kota Malang Sutiaji menerima ijazah Kitab Ratibul Haddad dan…