Sastrawan Kondang Arab Masuk Islam karena Mendengar Bacaan Al-Qur’an

by -154 views
Sastrawan Kondang Arab Masuk Islam karena Mendengar Bacaan Al-Qur’an
Dosen Fakultas Humaniora UIN Malang Dr M Faisol MAg dalam acara Syiar Ramadhan UIN Malang. (Foto: istimewa)

Ada begitu banyak kisah orang masuk agama Islam. Banyak juga kisah orang yang memutuskan masuk Islam karena terpukau oleh Al-Qur’an. Salah satunya, seorang sastrawan Arab terpandang bernama Ath-Thufail bin ‘Amr ad-Dausi.

Kisah masuknya Thufail ke Islam ditulis oleh Ibnu Hisyam dalam kitabnya Sirah Nabawiyah. Hal itu yang dikemukakan dosen Bahasa dan Sastra Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim  (UIN Maliki) Malang Dr M Faisol MAg.

Faisol menyampaikan, ketika Thufail datang ke Makkah, ia mendapat laporan dari orang-orang Quraisy bahwa terdapat seseorang bernama Muhammad berdakwah dan mengaku mendapatkan wahyu Al-Qur’an dengan bacaan sedemikian rupa.

Lantaran Thufail penasaran, akhirnya ia meminta dirinya ditemukan dengan Muhammad. Bertemulah mereka berdua bersama para petinggi Quraisy juga. Di sana, Thufail bertanya-tanya kepada Muhammad soal apa yang dikatakan orang-orang Quraisy kepadanya. Nabi Muhammad mengiyakan hingga akhirnya membacakan Al-Qur’an kepada Thufail.

Baca:  Mahasiswa Prodi Akutansi Unikama Baksos hingga Sumba Timur NTT

“Reaksi Thufail itu dalam riwayat itu dikatakan begini, ‘Demi Tuhan, saya tidak pernah mendengar sebelumnya kalimat atau kata yang lebih indah dari yang dibacakan oleh Muhammad’,” kata Faisol.

Lantas, Thufail spontan masuk Islam. Nah, cerita semacam ini dikatakan Faisol bukan hanya ada satu, dua, dan hitungan jari lainnya, getapi banyak.

“Artinya sebetulnya Al-Qur’an itu memang memiliki kandungan sastra. Kata para pakar modern para akademis itu, Qur’an adalah kitab sastra bahasa Arab yang teragung,” tandasnya.

Faisol menjadi salah satu narasumber dalam dalam diskusi tematik “Al-Qur’an, Seni, dan Sastra” pada acara Syiar Ramadan 1441 H UIN Malang. Selain Faisol, terdapat 3 dosen lain dari Fakultas Humaniora yang menjadi pembicara, yakni Dr Sutaman MA, Dr Halimi MPd, dan Dr Wildana Wargadinata Lc MAg.

Baca:  Untuk Prajurit KRI Nanggala, BEM Unisba Blitar Gelar Doa Bersama

Acara yang disiarkan setiap hari ini digelar di hall Rektorat UIN Malang. Jumlah peserta yang datang terbatas dan tetap memperhatikan physical distancing. Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg bertindak langsung sebagai host. (iiz/hel)