Kapolresta Leonardus Tegaskan Mudik Dilarang, Berkunjung Tidak Dilarang

by -18 views
Kapolresta Leonardus Tegaskan Mudik Dilarang, Berkunjung Tidak Dilarang

INDONESIAONLINE – Sesuai instruksi pemerintah pusat, masyarakat di Kota Malang resmi dilarang melakukan mudik. Namun kunjungan atau aktivitas silaturahim yang dilakukan antar sanak keluarga masih diperbolehkan. Dengan catatan, masyarakat harus secara ketat menerapkan protokol kesehatan. 

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata menegaskan, kegiatan mudik dan berkunjung ke rumah orang tua ataupun saudara pada saat momentum Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah memiliki makna yang berbeda. 

“Ya jadi tidak ada mudik ya. Tapi kalau ibarat dia sambang, dari Malang Kabupaten ke Kota Malang. Lalu dari Kota Malang ke Batu itu nggak ada masalah. Jadi jangan kita rancu dengan terminologi itu. Kalau mudik memang menetap. Berarti kan dia sampai berhari-hari, mungkin sampai seminggu, dua minggu. Tapi kalau sambang ke orang tua kan siapa yang melarang. Nggak ada masalah,” ungkapnya kepada MalangTIMES.com, Selasa (4/5/2021). 

Baca:  Pendeta Gereja Bethel Bandung Diduga Tularkan Virus Corona kepada Ratusan Jemaatnya

Perwira dengan tiga melati dipundaknya ini mengatakan, bahwa untuk berkunjung ke rumah orang tua, saudara ataupun kerabat itu diperbolehkan. Asalkan tidak boleh menginap dalam jangka waktu yang cukup lama dan masih dalam wilayah rayon dua. 

Untuk wilayah rayon dua sendiri seperti Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Probolinggo dan Kota Probolinggo. 

“Iya (tidak boleh menginap, red). Masa mau ketemu orang tua kita larang ya. Apalagi masih di wilayah zona dua ya. Rayon Malang ya. Saya rasa nggak ada masalah. Jadi kita jangan membuat masyarakat jadi resah,” ujarnya. 

Sekali lagi Leo menegaskan, bahwa bukan berarti dengan masyarakat dilarang mudik Lebaran 2021 juga dilarang untuk berkunjung ke rumah orang tua, saudara ataupun kerabat. 

Baca:  Belum Punya SIM Berkendara, 6 Orang Jadi Korban, 1 Tewas

“Jadi itu mungkin teman-teman berpikir kata mudik tidak boleh sama sekali (melangsungkan perjalanan, red) bukan. Kalau masih lintas antar wilayah itu (rayon dua, red) boleh. Mudik jangan. Jadi kalau hanya sekedar mengunjungi ya boleh,” tegasnya. 

Lanjut Leo, bahwa nantinya untuk memperketat pengawasan pada arus lalu lintas masyarakat yang nekat melangsungkan mudik, pihaknya juga telah mempersiapkan enam pos pengamanan dan satu pos pelayanan. 

Sedangkan untuk pos penyekatan berada di Madyopuro. Lalu Pos Pelayanan di (pertigaan jembatan, red) UB, PDAM lama yang sebelumnya direncanakandi Graha Kencana. Kemudian stasiun kota baru, yang sebelumnya diletakkan di terminal Landungsari.

“Lalu di kacui barat itu setiap tahun juga begitu, jelasnya. Itu di pospam. Kita efektifkan. Terutama di Madyopuro ya. Karena masuk wilayah kita,” imbuhnya. 

Baca:  Musim Hujan Menyapa, Ini Alasan Kenapa Warga Kota Malang Harus Tingkatkan Kewaspadaan

Untuk di pos pengaman dan pos pelayanan, kata Leo, akan diisi oleh personel dari Kodim 0833/Kota Malang, Polresta Malang Kota dan dari pihak Pemerintah Kota Malang. 

“Dari personel kita dari TNI-POLRI. Lalu dari utamanya nanti kita libatkan Dinas Kesehatan  yang penting. Karena Dinas Kesehatan dia nanti juga mengecek yang mungkin travelling ke tempat kita. Juga menyiapkan antigen tadi.  Antigen di lokasi. Jadi langsung dilakukan tes ditempat,” ujarnya. 

Sementara itu, disinggung mengenai pemudik yang nekat akan mencari akses jalan alternatif atau jalan ‘tikus’ untuk sampai di Kota Malang, Leo menegaskan bahwa di wilayah Kota Malang tidak terdapat jalur ‘tikus’. “Langsung saya jawab saya, Malang Kota tidak ada jalur tikus,” pungkasnya.

(ody/pit)