Gus Miftah Dituding Kafir dan Dapat Pujian setelah Hadiri Peresmian Gereja

by -27 views
Gus Miftah Dituding Kafir dan Dapat Pujian setelah Hadiri Peresmian Gereja

INDONESIATIMES – Salah satu pemuka agama Indonesia, Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah, tengah menjadi sorotan. Hal itu terjadi lantaran Gus Miftah sempat memberikan ceramah di peresmian Gereja Bethel Indonesia (GBI) Amanat Agung di Penjaringan, Jakarta. 

Video potongan ceramah Gus Miftah itu pun beredar luas di media sosial. Tak pelak, video itu berujung tudingan kafir yang ditujukan kepada Gus Miftah. 

Dalam video itu, Gus Miftah sebenarnya hanya memberikan ceramah yang berisi nasihat dengan kalimat-kalimat yang menyejukkan. Namun tak sedikit warganet yang justru menguliahi Gus Miftah soal kegiatannya itu.

“Di saat aku menggenggam tasbihku dan kamu menggenggam salibmu. Di saat aku beribadah ke Istiqlal, namun kamu ke Katedral. Di saat aku mengeja Al Quran, dan kamu mengeja Al Kitabmu. Kita berbeda saat memanggil Tuhan. Aku, kamu, kita. Bukan Istiqlal dan Katedral yang ditakdirkan berdiri berhadapan, namun harmonis,” begitu kutipan ceramah Gus Miftah. 

Baca:  Gus Solah, Pengasuh Ponpes Tebu Ireng Tutup Usia

Kemudian di ujung ceramahnya, Gus Miftah menyampaikan pesan kebersamaan dan saling menghormati meski berbeda keyakinan. 

Tapi, ada saja warganet yang menghujat dengan tudingan-tudingan nyinyir.  Gus Miftah malah dituding kafir hingga sesat.

 Mengetahui hal itu, Gus Miftah pun tak tinggal diam dan memberikan pembelaan. “Terima kasih yang menghujat saya, yang mengatakan saya kafir, sesat, bangsat, dan lain lain……kalian luar biasa. Bisa jadi Anda benar saya salah, atau sebaliknya. Berikut saya sampaikan dasar hukumnya, mohon disimak dan dijadikan bahan diskusi. Saya siap dinasihati oleh siapa pun dan belajar kepada siapa pun…..bahkan pisuhi atau dimaki oleh siapa pun.

Orang yang kafir 70 tahun membaca tahlil dan syahadat sekali saja terbakar kekafirannya…. dan alhamdulillah saya masih tahlilan kok setiap hari. Orang yang niat belajar di mana pun bisa dapat pelajaran, tapi orang yang tidak niat belajar sedang belajar pun tidak akan mendapatkan pelajaran,” tulisnya.

Baca:  Puluhan Pedagang Pasar Induk Gadang Kota Malang Diperiksa Menyusul Temuan Pasien PDP Covid 19

Ia juga menyebut konteks kehadirannya bukan dalam rangka ceramah, melainkan peresmian gereja. Menurut Gus Miftah, itu merupakan hal yang wajar. “Dicatat, dalam rangka peresmian, bukan dalam rangka peribadatan,” katanya lagi.

Di sisi lain, pujian juga datang untuk Gus Miftah. Video singkat ceramah itu justru ditanggapi positif oleh seorang mualaf asal Amerika. 

Gus Miftah lantas membagikan tangkapan layar pesan dari mualaf tersebut. “Saya sangat terkagum dengan ceramah gus miftah di gereja beberapa hari yang lalu… Setelah memutuskan menjadi Islam beberapa bulan yang lalu, jujur saya merasakan ada penyesalan di dalam hati, karena ketika saya baru mengenal islam, saya malah dipertemukan dengan ustad-ustad yang menurut saya (maaf) ajarannya yang kasar dan cenderung membenci… Saya yang baru mengenal Islam pada akhirnya menjadi kecewa. Setelah melihat video Gus Miftah beberapa waktu yang lalu, saya mulai kembali tertarik, saya semakin sadar kalau masih sangat banyak ustad2 yang berpikiran open minded, ceramah2 nya bikin hati tenang dan tentram,” ungkap pesan tersebut.

Baca:  Beredar Kabar Pasar Ngunut Lock Down, Ini Penjelasan Disperindag Tulungagung

Seolah ingin membalikkan tudingan warganet kepadanya, Gus Miftah menuliskan kata-kata pembelaan melalui akun Instagram-nya.

“Alhamdulillah masih ada kebaikan dan secercah hidayah dari sesuatu yang kalian anggap salah. Maaf ya kalau saya sering berbuat salah…….. kalau saya dianggap kafir… insya Allah saya masih bersyahadat yang sama dengan kalian kok,” kelakarnya.

dk/hel