Cerita Ayah Korban Dugaan Penganiayaan Bos The Nine House

by -39 views
Cerita Ayah Korban Dugaan Penganiayaan Bos The Nine House

INDONESIAONLINE – Terkait peristiwa penganiayaan yang dilakukan oleh pemilik The Nine House Alfresco Jeffry kepada karyawannya bagian purchasing bernama Mia Triasanti (38), ayah korban yang bernama Yoseph Sumbodo pun menceritakan ketika anaknya usai dianiaya dibawa oleh Jeffry ke Mapolresta Malang Kota. 

“Jadi setelah disiksa, kira-kira pukul 20.00 WIB (Kamis, 17 Juni 2021) anak saya Mia Triasanti tersebut dibawa ke Polresta. Saya sebagai orang tua dan saksi lainnya tidak mengetahui,” ujarnya saat mendatangi Kantor MalangTIMES.com, Senin (21/6/2021). 

Lanjutnya, awal mula Mia yang pada malam hari tersebut sudah berada di halaman Mapolresta Malang Kota dengan luka lebam di mata bagian kiri yang membuat pandangan Mia kabur. 

Sepengetahuan Yoseph bahwa Mia berpamitan untuk mengikuti meeting atau rapat di The Nine House Alfresco yang berlokasi di Jalan Tangkuban Perahu, Kecamatan Klojen, Kota Malang pada hari Kamis (17/6/2021) sekitar pukul 13.00 WIB. 

Tapi yang membuat Yoseph khawatir sekitar pukul 20.00 WIB Mia belum kembali pulang le rumah. Dirinya pun langsung menuju The Nine House Alfresco untuk mengecek kondisi anaknya tersebut. 

Baca:  Pamer Foto Mancing di Halaman Belakang Rumah, Fadli Zon Justru Dinilai Langgar Aturan!

“Jam 21.00 WIB saya menyusul ke The Nine. Saya disana mulai jam 21.00 WIB diterima security disuruh tunggu di resepsionis sampai pukul 22.00 WIB. Sejak pukul 22.00 WIB saya tanya lagi ke security, ada security yang tahu ngomong bahwa Mia dibawa keluar,” ujarnya. 

Mengetahui informasi tersebut, Yoseph pun reflek bergegas turun dan langsung menuju Mapolresta Malang Kota. Ternyata, saat dirinya sampai di Mapolresta Malang Kota, Mia sedang berada diluar halaman. 

“Mia nya diluar. Jefri sudah di lantai dua, sudah laporan penggelapan. Ya tujuannya (Jeffry ke Polresta Malang Kota, red) untuk menangkap dan menghukum (Mia, red),” tuturnya. 

Yoseph menambahkan, selain penganiayaan anaknya juga mengalami perampasan beberapa barang-barang penting ketika sebelum dilakukan ekskusi penganiayaan. Mulai dari handphone, dompet yang berisikan SIM A, SIM C, KTP hingga buku rekening juga turut dirampas. 

Dirinya pun mengaku tidak mengetahui motivasi Jeffry yang usai menganiaya anaknya lalu langsung membawa Mia menuju Mapolresta Malang Kota dengan luka lebam yang bersarang di tubuh Mia. 

Baca:  Agar Terhindar Kejahatan, Cek Mekanisme Penyemprotan Disinfektan oleh BPBD Kota Malang

“Jadi anak saya itu ditelantarkan di halaman Polresta dengan dijaga oleh security (The Nine House Alfresco, red) yang memukuli anak saya, sampai pukul 22.00 WIB. Begitu saya datang, anak saya langsung menangis,” katanya. 

Merasa tidak terima atas perlakuan yang dilakukan oleh Jeffry, Yoseph pun langsung membawa Mia untuk membuat laporan ke SPKT Polresta Malang Kota. 

“Sampai jam 01.00 WIB rekomendasi visum baru turun. Langsung ke SPKT jam 02.00 WIB. Jam 02.00 WIB langsung ke RSSA untuk visum sampai jam 04.00 WIB,” ungkapnya. 

Ternyata, tidak hanya Mia yang dijemput dan dianiaya oleh Jeffry di The Nine House Alfresco. Keponakan Yoseph bernama Nikita (29) yang bukan karyawan pun turut dijemput dan dianiaya oleh Jeffry. 

“Pada waktu setelah kejadian anak saya jam 13.00 WIB dijemput, jam 16.00 WIB anak keponakan saya Nikita dijemput katanya untuk saksi. Handphone berjumlah dua juga disita,” ujarnya. 

Baca:  Warga Curhat Terkait Sanksi Tak Bermasker, Tuding Pemkab Sumenep Kurang Sosialisasi.

Yoseph pun menjelaskan alasan dibawanya Nikita ke The Nine House Alfresco karena diduga terlibat dalam penggelapan uang perusahaan yang dituduhkan ke Mia oleh Jeffry. 

Pasalnya, terdapat chat di handphone Mia yang menyatakan bahwa terdapat uang dari supplier yang masuk ke rekening Nikita. Tidak tahunya, salah satu supplier bekerja mengkreditkan barang elektronik. 

“Nikita keponakan saya itu kan kerjanya masang bulu mata, mungkin dia butuh uang untuk beli alat, itu dipinjam. Terus orang itu transfer uang Rp 1 juta. Itu katanya uang itu, uangnya penggelapan dari supplier tapi melalui rekeningnya Nikita,” terangnya. 

Sementara itu, atas kejadian ini Yoseph bersama keluarga meminta penerapan hukum seadil-adilnya. Pasalnya, terduga pelaku penganiayaan Jeffry saat melakukan aksinya kerap kali melontarkan pernyataan bahwa dirinya kebal hukum. 

“Saya tidak mau kenal manusia siapapun, pangkat apapun yang kebal hukum. Kalau memang orang-orang itu betul bersalah apalagi menganiaya saya minta untuk ditindak seadil-adilnya,” pungkasnya.

ta/dn