Trisakti Tourism Award 2021, Ini 3 Dewi Ngawi yang Ikuti Lombanya

by -13 views
Trisakti Tourism Award 2021, Ini 3 Dewi Ngawi yang Ikuti Lombanya

NGAWITIMES – Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Ngawi memastikan telah mempersiapkan tiga Desa Wisata (Dewi) untuk mengikuti lomba Trisakti Tourism Award 2021

Lomba sendiri dilaksanakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam rangka Peringati bulan Bung Karno. 

Kepala Disparpora Kabupaten Ngawi Rudi Sulisdiana saat ditemui Jatim Times di ruang kerjanya memastikan tiga Dewi unggulan akan mengikuti Trisakti Tourism Award 2021, di antaranya Dewi Ngubalan Kecamatan Kedunggalar dan Kecamatan Pitu, Dewi Kayangan, Desa Brubuh, Kecamatan Jogorogo, serta Dewi Girikerto Kecamatan Sine. 

“Ya kita sudah siapkan tiga dewi unggulan ikuti Trisakti Tourism Award 2021. Masing-masing desa punya keunggulan karakteristik yang berbeda,” terang Rudi Sulisdiana kepada Jatim Times. 

Di Dewi Ngubalan Desa Bangun Rejo Kidul, Kecamatan Kedunggalar dan Desa Banjarbanggi, Kecamatan Pitu, memiliki keunggulan terdapat sekitar 32 perajin akar kayu jati dengan jumlah pekerja mencapai 500 orang. 

Baca:  Ini Penampakan Ekslokalisasi di Jombang, Tempat Pemuda Dipukuli Kasun saat Kencani PSK

Selain itu, produk kerajinan kayu jati yang dihasilkan dari setiap perajin berbeda-beda. Bahkan kini sudah menembus pangsa pasar ekspor ke sejumlah negara. 

“Hasil karya perajin kayu jati Dewi Ngubalan sudah tembus pasar luar negeri” tuturnya. 

Untuk Dewi Kayangan, Desa Brubuh Kecamatan Jogorogo merupakan lokasi rekreasi yang terdapat wahana arena bermain outbound, tabing hingga flying fox. Selain juga tersedia zona kuliner resto yang khas alam desa untuk memanjakan lidah. 

Pesona wisata Dewi Kayangan sangat cocok bagi kaum milenial yang menginginkan tantangan adrenalin dalam adventure.

“Dewi Kayangan untuk wisata permainan, olahraga rekreasi dan kuliner” ujarnya.

Sementara, lanjut Rudi Sulisdiana kepada Jatim Times menjelaskan, Dewi Girikerto Kecamatan Sine terletak persis di kaki gunung Lawu yang berhawa sejuk dengan hamparan perkebunan teh yang hijau. 

Dewi Girikerto, Kecamatan Sine juga terdapat kolam renang dan kolam ikan koi. Bahkan Dewi Girikerto setiap tahun selalu menyajikan festival musik akustik anak muda masa kini. 

Baca:  8 Terduga Teroris di Jatim Diamankan Densus 88 Antiteror, 2 dari Malang

“Festival musik akustik kami sajikan tiap tahun untuk memberikan warna berbeda” ucapnya. 

Sementara itu, dalam seleksi lomba Trisakti Tourism Award 2021, Disparpora telah membuat video dokumenter yang berisi potensi wisata yang ada di setiap desa wisata.

Pemerintah Kota Surakarta akan mengadakan seleksi desa wisata di seluruh kecamatan untuk diikutkan dalam lomba Trisakti Tourism Award pada 21 Juni 2021.

Wakil Wali Kota Surakarta, Teguh Prakosa mengatakan akan melakukan koordinasi dengan jajarannya untuk memilih desa yang pantas diikutkan dalam lomba.

“Tapi kan butuh masukan dari temen-temen wilayah itu seng pantes endi, kemudian ya kan butuh orang yang beber-bener sesuai dengan kriteria yang diharapkan.” terang Teguh saat dikonfirmasi RRI di ruang kerjanya, Kamis (17/6/2021).

Teguh berharap jajarannya dapat segera menentukan desa wisata sesuai dengan kriteria yang diharapkan secara cepat, karena batas waktu semakin mepet.

Baca:  Pantai Tambakrejo Nyaris Memakan Korban Jiwa

“Ya karna wektune mepet banget, nyandak opo ra. 21 (Juni) besok, harus dikirim videonya. Kan ora nyandak, gawe video tidak mudah.” ungkapnya.

Sementara Kepala Bagian Pemerintahan Kota Surakarta, Hendro Pramono akan segera melakukan seleksi dengan memilih satu kelurahan di tiap masing-masing kecamatan yang mempunyai potensi sesuai dengan ketentuan dan kriteria yang disyaratkan.

“Nanti kita siapkan dari masing-masing kecamatan kita ambil satu kelurahan. Kemudian yang mempunyai potensi lengkap, dalam arti sesuai dengan ketentuan dan kriteria yang disyaratkan.” ungkap Hendro.

Pada seleksi lomba Trisakti Tourism Award desa wisata, dengan mengirimkan video durasi 3 menit yang berisi potensi wisata yang ada di setiap daerah. Terdapat 3 kategori yang dilombakan yaitu: desa wisata alam atau berbasis keunikan sumber daya alam, desa wisata budaya atau berbasis keunikan sumber daya lokal, dan desa wisata kreatif.

sr/dn