Muncul Kluster Baru Penyebaran Covid-19 di Pabrik Rokok di Pasuruan?

by -65 views
Muncul Kluster Baru Penyebaran Covid-19 di Pabrik Rokok di Pasuruan?
Tenaga kesehatan menunjukkan hasil rapid test beberapa waktu lalu.

Salah satu pabrik rokok yang berdiri di Jalan Raya Purwosari, Kabupaten Pasuruan ditutup sementara.

Hal ini menyusul adanya sejumlah pegawai pabrik rokok tersebut yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Penutupan itu juga merupakan upaya agar pabrik rokok tersebut tidak menjadi kluster baru penyebaran Covid-19 di Jawa Timur.

Berdasarkan informasi yang diterima media ini pada Kamis (14/5/2020) lalu terdapat dua pegawai perempuan pabrik rokok tersebut terkonfirmasi positif Covid-19.

Pertama warga Kelurahan Patungasri, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Lalu yang kedua merupakan warga Desa Candiwates, Kecamtan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Syaifudin Ahmad dalam keterangan persnya mengungkapkan bahwa sejak Senin (11/5/2020) lalu pabrik rokok tersebut telah menghentikan produksi setelah kedua pegawainya dinyatakan positif Covid-19 pada tanggal 2 dan 10 Mei 2020.

“Dengan banyaknya karyawan yang berstatus reaktif rapid test, perusahaan tersebut langsung meliburkan seluruh karyawannya mulai 11-26 Mei 2020 mendatang,” ungkapnya, Jumat (15/5/2020).

Baca:  Viral! Beredar Surat Terbuka Guru Besar UGM Sebut AC Permudah Penularan Covid-19

Sementara itu, kedua pasien awal tersebut bersama beberapa pegawai lainnya selalu melakukan perjalanan berangkat dan pulang dari pabrik selalu bersama menggunakan moda transportasi angkutan umum.

Kedua pegawai tersebut juga sempat melakukan kontak dekat dengan rekan kerjanya yang berada dalam satu ruangan kantor yang sama.

Secara akumulatif, pihak pabrik rokok telah bekerja sama dengan beberapa instansi fasilitas kesehatan untuk melakukan rapid test kepada pegawainya.

Seperti dengan Rumah Sakit Prima Husada Sukorejo untuk memberikan rapid rest pada 33 orang pegawai.

Hasilnya, dari jumlah itu ada 4 orang pegawai menunjukkan hasil reaktif.

Selain itu, rapid test juga melibatkan Rumah Sakit Mitra Sehat Medika Pandaan dengan melakukan pemeriksaan pada sekitar kurang lebih 20 orang pegawai dan menunjukkan hasil 5 orang reaktif.

Baca:  Heboh Wajah Firaun Hidup Lagi Gara-Gara Aplikasi MyHeritage

Sedangkan untuk Puskesmas Purwosari telah melakukan pemeriksaan rapid test kepada kurang lebih sekitar 745 pegawai dan mendapatkan hasil reaktif sebanyak 40 orang pegawai.

Jadi total keseluruhan hingga hari Kamis (14/5/2020) terdapat 51 orang pegawai yang reaktif Covid-19, dengan 2 di antaranya telah dinyatakan positif Covid-19.

Menurut Syaifudin, dari 49 orang tersebut terdapat 7 orang masuk skala prioritas untuk menjalani perawatan di Rumah Sakit karena Immunoglobulin G (IgG) dan Immunoglobulin M (IgM) nya mendeteksi adanya virus di dalam tubuh karyawan tersebut.

“90% menuju positif Covid-19. Kalau di-swab, dominan hasilnya terkonfirmasi Covid-19. Saat tubuh merasa bahwa ada infeksi yang akan terjadi, maka kadar IgM di tubuh akan meningkat, sebagai persiapan melawan virus atau bakteri,” ungkapnya.

“Setelah beberapa saat, kadar IgM akan mulai menurun, digantikan oleh IgG yang akan melindungi tubuh dalam jangka waktu lebih lama. Nah, dari hasil pemeriksaan, hasilnya 90% menuju Positif Covid-19,” tegasnya.

Baca:  Antisipasi Peningkatan Kasus Covid-19, Kawasan Wisata Bung Karno Ditutup

Lebih lanjut berdasarkan data yang ada dari 51 orang tersebut, sekitar 22 orang pegawai berasal dari wilayah Kecamatan Purwosari, sedangkan untuk sisanya tersebar di wilayah Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Malang.

Syaifudin juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya untuk para pegawai yang telah keluar hasil rapid testnya untuk menjalani isolasi mandiri di dalam rumah selama 14 hari ke depan dan ditegaskan harus berada di rumah saja.

“Harus di rumah saja. Khususnya yang hasil rapid-nya reaktif. Harus betul-betul bisa menjaga kesehatannya dengan baik. Jangan stress apalagi panik. Lebih mengatur pola makan dan gaya hidup, sering cuci tangan pakai sabun, memakai masker, jaga jarak dan tidak keluar,” pungkasnya. (Taf/Lnr)