INDONESIAONLINE – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang kembali menambah jajaran pakar akademiknya. Bertempat di aula rektorat lantai 5 pada Selasa (20/1/2026), Ketua Senat UIN Malang Prof Dr H Nur Ali MPd memimpin langsung rapat terbuka senat dalam rangka pengukuhan 11 guru besar dari berbagai disiplin ilmu strategis.
Para guru besar yang dikukuhkan kali ini mencakup bidang pendidikan, hukum, psikologi, bahasa, hingga pemikiran Islam. Penambahan ini tercatat sebagai pengukuhan guru besar ke-87 hingga ke-98 di lingkungan kampus Ulul Albab tersebut.
Mereka adalah Prof Dr H Abdul Bashith MSi (guru besar bidang pendidikan ilmu pengetahuan sosial), Prof Dr H Moh. Padil MPdI (guru besar bidang kebijakan pendidikan Islam), Prof Dr H M. Faisol MAg (guru besar bidang sastra Arab), Prof Dr M. Fahim Tharaba MPd (guru besar bidang manajemen mutu pendidikan Islam), Prof Dr Danial Hilmi SHum MPd (guru besar bidang teknologi pembelajaran bahasa Arab), Prof Dr H Muhammad Walid MA (guru besar bidang kepemimpinan pendidikan Islam), Prof Dr Khoirul Hidayah MH (guru besar bidang hukum ekonomi, Prof Dr Siti Mahmudah MSi (guru besar bidang psikologi sosial, Prof Dr Muhammad Asrori MAg (guru besar bidang strategi pembelajaran pendidikan agama Islam, Prof H Aunur Rofiq Lc MAg PhD (guru besar bidang tafsir tematik), Prof Dr HM. Lutfi Mustofa MAg (guru besar bidang pemikiran Islam Indonesia).
Dengan pengukuhan ini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan semakin memperkuat posisinya sebagai penyumbang guru besar terbanyak di UIN Malang dengan total 30 profesor aktif.
Pesan Moral dan Tanggung Jawab Akademik
Dalam pidatonya, Prof Nur Ali mengingatkan bahwa gelar profesor bukanlah sekadar akhir dari jenjang karier, melainkan permulaan dari amanah yang lebih berat. Ia menekankan bahwa seorang guru besar harus menjadi teladan moral dan intelektual
”Gelar ini adalah puncak pengakuan keilmuan. Namun di baliknya ada tanggung jawab besar. Mereka wajib tetap produktif dan menjadi figur yang bijaksana serta cerdas bagi masyarakat,” tegas dia.
Prof Nur Ali juga memberikan apresiasi khusus kepada keluarga para guru besar. Menurut dia, publikasi ilmiah internasional dan pencapaian akademik ini merupakan hasil dukungan penuh dari pasangan dan doa keluarga yang tak terputus.
UIN Malang tidak berhenti di sini. Prof Nur Ali mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu 3 hingga 4 bulan ke depan, UIN Malang menargetkan pengukuhan delapan guru besar tambahan. Hal ini sejalan dengan turunnya SK dari Kementerian Pendidikan Tinggi dan Kementerian Agama.
Kehadiran para pakar ini diharapkan mampu memperkuat integrasi antara spiritualitas dan keilmuan profesional yang menjadi ciri khas UIN Malang serta mendorong reputasi institusi menuju panggung internasional. (ars/hel)
