INDONESIAONLINE – Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyarankan Tim Nasional Iran tidak berpartisipasi di Piala Dunia 2026 memicu reaksi luas di media sosial. Komentar tersebut membuat FIFA disorot publik karena dianggap tidak konsisten dengan sikapnya di masa lalu.
Trump sebelumnya menanggapi situasi keamanan terkait keikutsertaan Iran dalam turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu. Ia menyebut bahwa kehadiran tim bferjuluk Team Melli tersebut berpotensi menimbulkan risiko bagi keselamatan para pemain Iran sendiri.
“Tim Nasional Sepak Bola Iran dipersilakan tampil di Piala Dunia, tetapi saya benar-benar tidak percaya bahwa pantas bagi mereka berada di sana demi keselamatan dan hidup mereka sendiri,” tulis Trump.
Pernyataan tersebut dinilai bertolak belakang dengan sikap FIFA. Presiden FIFA Gianni Infantino sebelumnya menyatakan bahwa Iran tetap dipersilakan berkompetisi di turnamen tersebut. Ia bahkan menyebut Trump telah menegaskan bahwa Iran tetap dapat tampil di ajang empat tahunan itu.
Menurut Infantino, turnamen seperti Piala Dunia memiliki peran penting dalam menyatukan masyarakat dunia. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah Amerika Serikat terhadap penyelenggaraan ajang tersebut.
Namun, komentar terbaru Trump dianggap berbagai pihak sebagai bentuk penolakan halus terhadap Iran. Hal itu memicu kritik dari warganet yang mengingatkan keputusan FIFA terhadap kasus Indonesia beberapa tahun lalu.
Pada 2023, FIFA mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 setelah muncul penolakan terhadap kehadiran tim nasional Israel dalam turnamen tersebut.
Kini, sebagian pengguna media sosial menilai situasi yang melibatkan pernyataan Trump memiliki kemiripan dengan kasus Indonesia. Mereka pun mempertanyakan apakah FIFA akan mengambil sikap yang sama terhadap Amerika Serikat sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026.
Sejumlah komentar di platform X menyindir FIFA agar bersikap konsisten dalam menerapkan aturan, terutama terkait potensi boikot terhadap negara peserta turnamen sepak bola dunia tersebut.
“Inilah orang yang diberi “Penghargaan Perdamaian” oleh @FIFAcom! Bandingkan semua ini dengan apa yang dilakukan FIFA terhadap Indonesia pada tahun 2023, ketika Indonesia-yang semula akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada tahun itu-menolak keikutsertaan Israel dalam turnamen tersebut,” tulis akun @toi_rohanA.
“Indonesia dicabut haknya sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 setelah seorang gubernur menolak menerima tim nasional Israel. Di sini, presiden negara tuan rumah secara langsung mengancam negara yang telah lolos kualifikasi. Kita lihat saja alasan apa yang akan dikemukakan Infantino untuk menjelaskan hal ini,” sindir akun X @Felogolero.
“Ingat, Indonesia dicabut haknya untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2023, karena mereka tidak mengizinkan Israel ikut serta dalam turnamen tersebut. Kita tahu Infantino akan mendengarkan perintah ayahnya, Trump, karena dia tidak punya nyali untuk melakukan apa pun,” ucap akun @talks_michael. (hsa/hel)
