Beranda

Pilotnya Warga Indonesia, Israel Larang Ethiopian Airlines Terbang ke Tel Aviv

Pesawat Ethiopian Airlines sedang mengudara. (wikipedia)

INDONESIAONLINE –  Otoritas Israel dilaporkan memerintahkan pesawat Ethiopian Airlines yang tengah menuju Tel Aviv untuk kembali ke Ethiopia setelah mengetahui salah satu pilotnya merupakan warga negara Indonesia (WNI).

Perintah tersebut membuat penerbangan dari Addis Ababa, ibu kota Ethiopia, harus putar balik meskipun pesawat telah mengudara sekitar satu jam. Pesawat itu akhirnya kembali ke bandara keberangkatan sebelum melanjutkan perjalanan setelah pilot WNI diganti.

Mengutip kantor berita Anadolu pada Selasa (13/10/2026), pilot berkewarganegaraan Indonesia tersebut tidak diperbolehkan mengoperasikan penerbangan menuju Israel.

Laporan televisi Israel, Channel 12, pada Senin (12/10/2026) menyebutkan bahwa instruksi untuk memutar balik diberikan ketika pesawat masih berada di wilayah udara Ethiopia.
Otoritas keamanan Israel kemudian meminta Ethiopian Airlines mengganti pilot tersebut sebelum penerbangan menuju Tel Aviv dilanjutkan. Setelah pergantian awak dilakukan di Addis Ababa, pesawat kembali lepas landas dan berhasil mendarat di Tel Aviv.

Kewarganegaraan Pilot Teridentifikasi Intelijen Israel

Menurut laporan Channel 12, kewarganegaraan pilot tersebut diketahui melalui identifikasi yang dilakukan pihak intelijen dan otoritas bandara Israel. Informasi itu selanjutnya disampaikan kepada pejabat keamanan serta Kementerian Transportasi Israel.

Setelah mengetahui bahwa salah satu pilot merupakan warga negara Indonesia, otoritas Israel memutuskan tidak mengizinkan pesawat tersebut melanjutkan penerbangan menuju Tel Aviv.

Instruksi itu dikeluarkan saat pesawat telah meninggalkan Addis Ababa dan berada di udara selama kurang lebih satu jam. Namun, karena posisinya masih berada di wilayah udara Ethiopia, pesawat diarahkan kembali ke bandara asal.

Ethiopian Airlines kemudian mengganti pilot WNI tersebut dengan pilot lain. Penerbangan menuju Israel baru dilanjutkan setelah pergantian selesai dilakukan.

Channel 12 melaporkan bahwa Ethiopian Airlines menganggap kejadian tersebut sebagai sebuah kesalahan. Maskapai itu menyatakan sebelumnya tidak mengetahui adanya larangan bagi pilot berkewarganegaraan Indonesia untuk mengoperasikan penerbangan menuju Israel.

Hingga laporan Anadolu diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Ethiopia maupun Indonesia terkait insiden tersebut.

Israel Batasi Awak Pesawat dari 11 Negara

Dalam laporan yang sama, Channel 12 menyebut Israel telah menginstruksikan maskapai asing agar tidak menugaskan awak pesawat dari sejumlah negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel untuk penerbangan menuju negara tersebut.

Terdapat 11 negara yang warga negaranya disebut masuk dalam pembatasan tersebut, yakni Afghanistan, Aljazair, Indonesia, Iran, Irak, Kuwait, Niger, Qatar, Arab Saudi, Somalia, dan Venezuela.
Indonesia termasuk dalam daftar itu karena tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

Kebijakan tersebut berkaitan dengan langkah keamanan yang diterapkan otoritas Israel terhadap awak penerbangan asing.

Insiden Terjadi Dua Pekan Setelah Kasus Flydubai

Peristiwa yang melibatkan Ethiopian Airlines ini terjadi sekitar dua pekan setelah insiden keamanan dalam penerbangan Flydubai dari Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), menuju Tel Aviv.

Pada 30 September 2026, seorang kopilot berkewarganegaraan Oman dilaporkan berupaya mengambil alih kendali pesawat tersebut dengan menusuk pilot utama. Jaksa penuntut UEA menyebut kopilot itu diduga memiliki rencana untuk menabrakkan pesawat ke Bandara Ben Gurion di Israel.

Upaya tersebut berhasil digagalkan oleh penumpang dan awak pesawat. Penerbangan Flydubai kemudian dialihkan ke Tabuk, Arab Saudi, dan berhasil mendarat dengan selamat.

Insiden Flydubai tersebut menjadi latar belakang meningkatnya perhatian terhadap pemeriksaan keamanan awak pesawat yang bertugas dalam penerbangan menuju Israel. (ars/hel)

Exit mobile version