Beranda

Prabowo Jawab Kritik Kabinet Gemuk: Koalisi Besar Dibutuhkan untuk Kelola Negara

Presiden Prabowo Subianto saat menutup Muktamar Ke-35 NU di Jombang. (rri)

INDONESIAONLINE – Presiden Prabowo Subianto menanggapi anggapan bahwa Kabinet Merah Putih yang dipimpinnya terlalu besar atau disebut sebagai kabinet gemuk. Menurut Prabowo, banyaknya unsur dalam pemerintahan tidak serta-merta menunjukkan kabinet tersebut tidak efisien.

Prabowo menjelaskan, pemerintahannya mendapat dukungan politik yang cukup besar. Dari delapan partai politik yang memiliki kursi di parlemen, tujuh di antaranya bergabung dalam koalisi pemerintahan.

Ia mengatakan kondisi tersebut sebelumnya menjadi alasan kabinet yang dibentuknya dinilai terlalu gemuk. “Pemerintah koalisi yang saya pimpin termasuk besar. Tujuh partai dari delapan partai di parlemen. Dan kabinet yang saya susun pernah dikatakan kabinet gemuk, tidak efisien,” kata Prabowo dalam sambutannya pada penutupan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (31/8/2026).

Prabowo kemudian membandingkan jumlah institusi pemerintahan Indonesia dengan Timor Leste. Ia menilai perbedaan luas wilayah dan jumlah penduduk kedua negara menunjukkan bahwa banyaknya lembaga pemerintahan tidak bisa semata-mata diukur dari ukuran wilayah.

Menurut Prabowo, luas wilayah Timor Leste bahkan kurang lebih setara dengan satu kabupaten di Indonesia. Namun, negara tersebut memiliki sekitar 28 institusi dalam kabinetnya.

“Mungkin Kabupaten Bogor jauh lebih besar dari Timor Leste. Banyuwangi berapa jumlah penduduk Banyuwangi? Mereka hanya 1,1 juta, kabinetnya 28. Kabinetnya Timor Leste 28,” ujarnya.

Sementara itu, Indonesia memiliki 49 instansi dalam kabinet. Prabowo menilai jumlah tersebut masih tergolong efisien jika dibandingkan dengan besarnya wilayah dan jumlah penduduk Indonesia.

Ia menekankan bahwa Indonesia merupakan negara besar dengan populasi yang mendekati 300 juta jiwa. Karena itu, stabilitas pemerintahan menjadi hal penting dalam menjalankan roda negara.

“Berkoalisi itu untuk memimpin dan memerintah dan mengurus negara yang sebentar lagi 300 juta orang. Negara keempat terbesar di dunia. Tidak mungkin negara sebesar ini dipimpin hanya satu partai,” ucap Prabowo.

Prabowo juga menyebut Indonesia saat ini memiliki delapan partai yang dinilainya sudah cukup efisien untuk menjalankan pemerintahan. Ia membandingkannya dengan sejumlah negara lain yang memiliki koalisi pemerintahan dengan jumlah partai lebih banyak.

“Kita ini sekarang delapan partai sudah luar biasa efisiennya. Banyak negara lain mungkin belasan partai, puluhan partai,” pungkasnya. (hsa/hel)

 

Exit mobile version