INDONESIAONLINE – Presiden Prabowo Subianto menyoroti adanya narasi yang terus menyebut Indonesia akan mengalami kolaps. Menurut dia, prediksi tersebut terus bergulir dari bulan ke bulan, namun tidak pernah terbukti terjadi.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026) malam.
Prabowo mengatakan, sejak beberapa bulan terakhir, muncul kampanye yang menyuarakan bahwa Indonesia akan mengalami kehancuran. Namun, ia menilai kenyataan menunjukkan kondisi tersebut tidak terjadi.
“Jadi saudara-saudara, kita paham ada kampanye besar untuk kita goyah, ‘Indonesia akan kolaps bulan April’. ‘Akan kolaps’, eh April lewat, enggak kolaps. ‘Bulan Mei akan kolaps’, bulan Mei lewat enggak kolaps. ‘Bulan Juni akan kolaps, bulan Juli akan kolaps’. Tiap bulan akan kolaps,” ujar Prabowo.
Kepala negara kemudian mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan kepada pemerintah, bukan justru melemahkan semangat dalam menjalankan tugas. Prabowo mengibaratkan pemerintah sebagai sebuah tim sepak bola yang sedang bertanding, sementara masyarakat merupakan para pendukung yang seharusnya memberi motivasi agar tim dapat meraih kemenangan.
“Kita kan sebagai suporter ya kan, ‘ayo ayo maju’. Aduh tapi jangan turunkan moril dong. Orang lagi bertanding di situ, nanti gol masuk, nanti kamu kalah, nanti kamu kalah. Ini suporter macam apa? Suporter gendeng, gendeng boleh ngomong gitu,” kata Prabowo.
Meski demikian, Prabowo menegaskan pemerintah tetap terbuka terhadap kritik. Menurut dia, kritik merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, kritik berbeda dengan upaya yang bertujuan melemahkan bangsa.
“Kita negara demokrasi, kita tidak antikritik, tapi kita bukan anak kecil. Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain,” ucap Prabowo. (rds/hel)
