Beranda

Psikologi UIN Malang Petakan Suara Siswa, Bongkar Kunci Sekolah Ramah Anak

Tim Fakultas Psikologi UIN Malang saat melakukan asesmen sekolah ramah anak di SMP Islam Pakisaji, Kabupaten Malang. (ist)

INDONESIAONLINE – Sekolah ramah anak bukan sekadar memiliki aturan anti-kekerasan atau fasilitas yang nyaman. Lebih jauh, lingkungan pendidikan harus mampu membuat siswa merasa aman, diterima, didengar, dan mendapatkan dukungan untuk berkembang.

Hal itulah yang tengah diperkuat Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui riset dan asesmen school well-being.

Upaya tersebut dilakukan tim Fakultas Psikologi UIN Malang pada 24 Juni 2026. Tim melaksanakan asesmen di SMP Islam Singosari dan SMP Islam Pakisaji, Kabupaten Malang, untuk melihat secara langsung pengalaman siswa selama berada di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari penelitian bertajuk “School Well-Being: Upaya Penguatan Sekolah Ramah Anak di Lembaga Pendidikan Ma’arif Kabupaten Malang”. Melalui asesmen tersebut, tim ingin memperoleh gambaran lebih utuh mengenai kondisi siswa. Hal yang dikaji mencakup rasa aman dan nyaman di sekolah, hubungan dengan guru serta teman sebaya, kemampuan siswa menghadapi tekanan, hingga dukungan yang mereka peroleh dari keluarga.

Tim peneliti menilai keberadaan sekolah ramah anak tidak cukup hanya diwujudkan melalui kebijakan formal maupun kelengkapan sarana dan prasarana. Faktor psikologis dan hubungan sosial di lingkungan sekolah juga menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana pendidikan yang mendukung kesejahteraan siswa.

Karena itu, penelitian ini memusatkan perhatian pada empat aspek, yakni school well-being, self-compassion, school connectedness, dan parental involvement. Keempat aspek tersebut dikaji untuk melihat keterkaitannya dalam membangun kesejahteraan siswa sekaligus memperkuat upaya pencegahan kekerasan dan perundungan.

Untuk mendapatkan data yang lebih komprehensif, asesmen dilakukan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi. Dari proses tersebut, tim Psikologi UIN Malang berupaya mengetahui kebutuhan nyata siswa dan sekolah, termasuk bagaimana kualitas hubungan sosial, pengalaman perundungan atau pengucilan, dukungan guru, serta keterlibatan orang tua.

Yang menarik, suara siswa menjadi salah satu pijakan utama dalam penyusunan program pendampingan. Dengan mengetahui pengalaman dan kebutuhan mereka secara langsung, intervensi yang dirancang diharapkan tidak sekadar menjadi program formal, tetapi benar-benar menjawab persoalan yang ada di lingkungan sekolah.

Pendampingan nantinya dapat diarahkan pada sejumlah aspek, mulai dari peningkatan kapasitas guru, penguatan layanan konseling, membangun keterhubungan siswa dengan sekolah, memperkuat dukungan keluarga, hingga menciptakan iklim belajar yang aman dan suportif.

Melalui penelitian ini, Fakultas Psikologi UIN Malang ingin mendorong perubahan cara pandang terhadap sekolah ramah anak. Sekolah diharapkan tidak hanya berfokus pada terciptanya lingkungan yang bebas dari kekerasan, tetapi juga mampu menghadirkan kondisi yang mendukung kesejahteraan siswa.

Hasil penelitian tersebut diharapkan menghasilkan model school well-being, modul praktis, serta rekomendasi kebijakan yang dapat dimanfaatkan sekolah untuk memperkuat implementasi sekolah ramah anak.

Pada akhirnya, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat siswa menerima pelajaran. Lebih dari itu, sekolah dapat menjadi ruang yang membuat mereka merasa aman, diterima, mampu bertumbuh, dan memiliki keberanian untuk menjadi diri sendiri. (hsa/hel)

 

Alternatif judul yang lebih klik-oriented:
Psikologi UIN Malang Bongkar Kondisi Siswa, Sekolah Ramah Anak Tak Cukup Bebas Kekerasan
Tak Cukup Anti-Bullying, Psikologi UIN Malang Ungkap Kunci Sekolah Benar-Benar Ramah Anak
Psikologi UIN Malang Petakan Suara Siswa, Ini yang Dibutuhkan Sekolah Ramah Anak
Sekolah Ramah Anak Bukan Cuma Bebas Kekerasan, Psikologi UIN Malang Ungkap 4 Faktor Penting
UIN Malang Turun ke Sekolah, Petakan Rasa Aman hingga Pengalaman Bullying Siswa
Dengar Suara Siswa, Psikologi UIN Malang Siapkan Model Sekolah Ramah Anak

Exit mobile version