Perempuan Tangguh Penjaga Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

by -38 views
Perempuan Tangguh Penjaga Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

INDONESIATIMES – Arab Saudi kini terus menunjukkan kesetaraan gender dengan pemberdayaan perempuan. Diketahui, di sana juga ada tentara wanita berseragam yang memandu jamaah umrah di Makkah. 

Banyak sekali tentara wanita yang dikerahkan di Makkah dan Madinah. Mereka bertugas untuk menjamin keamanan jamaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Diketahui, terdapat perwira terlatih militer yang terdiri dari 113 perempuan yang ditempatkan di Masjid Nabawi. Mereka dibentuk sejak 6 bulan lalu.

Tentara perempuan tersebut merupakan bagian dari Pasukan Keamanan Khusus Arab Saudi. Mereka bekerja sepanjang hari, dan dibagi menjadi 4 tim yang masing-masing terdiri dari hampir 18 orang.

Melansir melalui Arabnews, Mayor Jenderal Abdul Rahman Al-Mashhan, direktur Kepolisian Madinah menyebut mereka bertugas untuk mengawasi dan membantu jamaah umrah.

Baca:  Lalat Buah Bisa Bikin Gagal Panen saat Musim Hujan, Ini Pencegahannya

Tentara wanita itu mengenakan seragam warna moka, baret hitam, dan sebagian wajah tertutup cadar. Para perwira muda itu mengawasi bagian masjid untuk membimbing dan membantu jamaah perempuan serta menegakkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Mereka juga dibekali pelatihan profesional, mulai dari bela diri, pertolongan pertama, dan cara menggunakan senjata api. Selain itu mereka harus mengikuti kursus bahasa Arab dan Inggris, pendidikan komputer, dan kebugaran.

Salah satu tentara wanita Hanan Al-Rashidi (27), yang bertugas selama 8 bulan, memilih pekerjaan itu karena bisa terjun langsung dalam pelayanan kemanusiaan.

“Saya sangat gembira. Merupakan suatu kehormatan untuk bekerja di Masjid Nabawi dan melayani para tamu Allah,” kata Hanan.

Baca:  Hewan Peliharaan Abu Jahal yang Terus Beranak Pinak di Makkah hingga Sekarang

Hanan bahkan mengungkapkan kebanggaannya dalam mengibarkan bendera untuk Saudi Vision 2030 dan menganggap era saat ini sebagai salah satu pemberdayaan perempuan.

“Saya bersyukur bisa bekerja di posisi ini. Kepemimpinan kami telah memberi kami banyak kesempatan. Dari mengemudi hingga bekerja di bidang apapun, wanita setara dengan pria. Tidak ada bedanya,” ujarnya.

Dari perspektif sejarah, penempatan perwira wanita di Makkah dan Madinah ini menjadi salah satu dari banyak perubahan luar biasa di Arab Saudi sejak Putra Mahkota Mohammed bin Salman meluncurkan rencana Visi 2030 pada April 2016.

Pemberdayaan perempuan, termasuk inklusi ekonomi dan partisipasi angkatan kerja merupakan salah satu tujuan utama dari program Visi 2030.

Baca:  Uniknya Hyotan Lamp, Lampion Indah Berbahan Buah Labu dari Jepang Bernilai Jutaan

Sebagai bagian dari strategi, Arab Saudi tak hanya memperkenalkan reformasi hukum tetapi juga mendanai proyek dan inisiatif di sejumlah sektor, termasuk pariwisata, investasi, dan budaya yang telah menciptakan peluang bagi perempuan.

Bersamaan dengan inisiatif ini, sektor pemerintah telah berkomitmen untuk menjamin dan melindungi hak-hak perempuan di tempat kerja mereka. 

(des/pit)