Kemenangan 3-0 Timnas Indonesia atas Oman bawa skuad Garuda ke ranking 118 FIFA. Jarak dengan tim elite Asia makin dekat, siap hadapi Mozambik di SUGBK.
INDONESIAONLINE – Kemenangan telak 3-0 yang diraih Tim Nasional Indonesia atas Oman pada 2 Juni 2024 lalu tidak hanya menjadi ajang uji coba sukses jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026, tetapi juga membawa dampak nyata pada peringkat FIFA skuad Garuda. Berdasarkan rilis resmi FIFA per 6 Juni 2024, Indonesia melompat tiga peringkat dari posisi 121 ke 118 dunia, setelah menambah 6,56 poin dari kemenangan tersebut.
Media olahraga Vietnam, The Thao 247, bahkan menyoroti pencapaian ini sebagai langkah konkret Indonesia mengejar ketertinggalan dari tim-tim papan atas Asia. “Lebih penting lagi, kemenangan ini tidak hanya signifikan dari segi skor tetapi juga menunjukkan bahwa Indonesia secara bertahap mempersempit jarak dengan tim-tim papan atas di Asia,” tulis media tersebut dalam laporan resminya pada 3 Juni 2024.
Di sisi lain, performa impresif ini kontras dengan situasi tetangga seberang, Timnas Vietnam, yang tidak menggelar agenda internasional apapun selama jeda musim panas ini. Sementara Indonesia sibuk mematangkan persiapan dengan dua laga uji coba, Vietnam justru memberikan libur panjang kepada pemain hingga Juli mendatang.
Lompatan Ranking FIFA: Dampak Kemenangan atas Oman
Kemenangan atas Oman yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, itu diwarnai tiga gol bersih dari Marselino Ferdinan (12′), Rafael Struick (34′), dan Jordi Amat (78′). Laga yang dihadiri 78.000 penonton tersebut sekaligus menjadi ajang penampilan perdana formasi 4-3-3 menyerang racikan pelatih Shin Tae-yong di hadapan publik domestik.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkapkan rasa bangganya usai laga. “Kemenangan ini adalah buah dari kerja keras pemain dan staf pelatih. Kita tidak hanya menang, tapi bermain dengan taktik yang matang dan disiplin. Itu yang membuat kita mulai diperhitungkan di kancah Asia,” ujarnya saat konferensi pers pasca pertandingan.
Tambahan 6,56 poin membuat Indonesia kini mengoleksi total 1.123 poin FIFA, menggeser posisi Maladewa dan Singapura di peringkat dunia. Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia kini menempati peringkat kedua di bawah Vietnam yang masih bertahan di posisi 115, namun selisih poin keduanya kini hanya menyisakan 2,1 poin.
Jika Indonesia mampu meraih kemenangan atas Mozambik pekan depan, diprediksi skuad Garuda akan melampaui Vietnam dalam rilis ranking FIFA berikutnya.
Data AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia) pada Mei 2024 juga menunjukkan bahwa Indonesia merupakan tim nasional dengan progres tercepat di Asia Tenggara dalam 12 bulan terakhir. Sejak 2023, skuad Garuda mencatatkan 12 kemenangan dari 15 laga resmi, dengan hanya dua kekalahan dan satu hasil imbang.
The Thao 247
Pernyataan media Vietnam tersebut bukan tanpa dasar. Dua tahun lalu, Indonesia masih terpuruk di peringkat 155 FIFA, tertinggal 138 peringkat dari Jepang yang kini menduduki posisi 17 dunia. Kini, selisih tersebut menyusut menjadi 101 peringkat, seiring konsistensi performa skuad Garuda di berbagai ajang internasional.
Pengamat sepak bola Asia Tenggara, Hazeq Fauzan, menilai kemenangan atas Oman menjadi bukti nyata perubahan taktik yang diterapkan Shin Tae-yong.
“Timnas Indonesia dulu sering dianggap sebagai tim yang hanya mengandalkan kecepatan individu. Tapi sekarang, mereka punya struktur permainan yang jelas, transisi yang cepat, dan pertahanan yang solid. Itu yang membuat tim-tim seperti Oman dan Vietnam mulai waspada,” kata Hazeq, Selasa (4/6/2024).
Dari sisi statistik, Indonesia mencatatkan 58% penguasaan bola dan 12 peluang emas dalam laga kontra Oman, jauh lebih baik dibandingkan saat menghadapi tim sekelas Oman pada 2022 lalu yang berakhir imbang 1-1. Peningkatan kualitas pemain lokal juga menjadi faktor utama, dengan 70% pemain yang dipanggil Shin Tae-yong merupakan pemain muda berusia di bawah 23 tahun yang telah mendapat jam terbang di Liga 1 dan kompetisi luar negeri.
AFC dalam laporan tahunannya juga menyoroti investasi besar-besaran PSSI dalam pembinaan usia muda sebagai alasan kebangkitan sepak bola Indonesia. Sejak 2023, PSSI telah mengirimkan lebih dari 50 pemain muda berlatih ke Spanyol, Jerman, dan Jepang, yang kemudian langsung diintegrasikan ke tim nasional senior.
Hadapi Mozambik, Vietnam ‘Libur Panjang’
Fokus skuad Garuda kini beralih ke laga uji coba kontra Mozambik pada 9 Juni 2024 mendatang, juga di SUGBK. Tim asal Afrika tersebut saat ini menempati peringkat 120 FIFA, hanya dua peringkat di bawah Indonesia. PSSI menargetkan kemenangan minimal dua gol untuk menambah poin FIFA dan semakin mendekati target masuk 100 besar dunia pada akhir 2024.
“Laga melawan Mozambik sangat penting untuk melihat kedalaman skuad kita. Kita akan menurunkan beberapa pemain muda baru untuk mendapatkan pengalaman internasional,” ujar asisten pelatih Timnas Indonesia, Nova Arianto, dalam sesi latihan tertutup pada Senin (3/6/2024). Hingga Selasa (4/6/2024), tercatat sudah 32.000 tiket yang terjual untuk laga tersebut, dengan target total penjualan 70.000 tiket.
Usai menghadapi Mozambik, Indonesia akan langsung menatap laga krusial Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan China pada 18 Juni 2024, kembali di SUGBK. Kemenangan atas Oman dan Mozambik diharapkan bisa menambah kepercayaan diri pemain jelang laga yang akan menentukan peluang Indonesia lolos ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Kontras dengan kesibukan Indonesia, Timnas Vietnam justru tidak menggelar agenda internasional apapun selama jeda musim panas ini. Pelatih Vietnam, Philippe Troussier, memilih memberikan libur panjang kepada para pemain hingga 10 Juli 2024, setelah jadwal liga domestik Vietnam selesai pada Mei lalu.
“Kami butuh waktu untuk memulihkan kondisi fisik pemain setelah musim yang panjang. Tidak ada laga uji coba yang direncanakan hingga September mendatang,” ujar Troussier dalam konferensi pers di Hanoi pada 28 Mei 2024.
Situasi ini membuat Vietnam berisiko turun peringkat FIFA pada rilis berikutnya, seiring tim-tim lain yang aktif menggelar laga uji coba. Sementara Indonesia terus menambah poin, Vietnam justru akan diam di posisi 115, yang bisa membuat mereka dilampaui skuad Garuda jika kemenangan diraih atas Mozambik.
Bagi pecinta sepak bola Indonesia, dua pekan ke depan akan menjadi momen krusial untuk melihat apakah skuad Garuda benar-benar mampu menembus elite Asia, atau hanya euforia sesaat. Namun dengan tren positif yang ditunjukkan sejak 2023, optimisme publik sepak bola Tanah Air kini berada di titik tertinggi dalam satu dekade terakhir.
