INDONESIAONLINE – Wakil Gubernur Kalimantan Timur Dr Ir Seno Aji menegaskan pentingnya transformasi pengelolaan sumber daya alam di Benua Etam agar tidak sekadar menjadi komoditas sesaat, melainkan fondasi kekuatan ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan pandangan dalam kegiatan Arusbawah Energy Forum 2026. Seno Aji menekankan bahwa Kaltim sebagai pusat energi nasional harus mampu mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan yang nyata.
“Inilah makna menjadi tuan rumah di negeri energi. Dari resource rent menjadi regional wealth. Tantangan kita adalah mengubah kekayaan sumber daya menjadi kekuatan ekonomi yang bertahan lama,” tegas Seno Aji, Senin (11/10/2026)
Ia memaparkan data bahwa pada tahun 2025 lalu, sektor pertambangan tercatat menyumbang sebesar 34,18 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim, dengan total produksi batu bara sepanjang periode 2023–2025 mencapai sekitar 1,07 miliar ton.
“Angka-angka ini menunjukkan besarnya peran sektor ekstraktif dalam perekonomian kita,” ujarnya.
Kendati demikian, wagub Kaltim ini mengingatkan perlunya penguatan nilai tambah serta penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi baru. Langkah ini dinilai krusial agar struktur ekonomi daerah semakin tangguh dalam menghadapi fluktuasi harga serta dinamika permintaan komoditas global.
Selain mengandalkan sektor konvensional seperti batu bara, minyak, dan gas, Kaltim juga memiliki potensi besar di sektor energi baru terbarukan (EBT). Berdasarkan Rencana Umum Energi Daerah (RUED), potensi EBT di Kaltim tercatat mencapai 20.026 megawatt (potensi sumber daya).
“Potensi itu membuka peluang bagi Kaltim untuk mengembangkan sektor energi secara lebih beragam, produktif, terintegrasi dengan kebutuhan industri, dan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan,” bebernya. (ra/hel)
