INDONESIAONLINE – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang kembali mencatatkan nama dalam pemeringkatan perguruan tinggi dunia. Dalam Times Higher Education (THE) World University Rankings (WUR) 2027, UIN Malang menempati kelompok peringkat 1.201-1.400 dunia dan masuk dalam jajaran 10 besar perguruan tinggi Indonesia yang tercantum dalam pemeringkatan tersebut.
THE WUR 2027 resmi dirilis pada Rabu (30/9/2026). Tahun ini, pemeringkatan mencakup 2.297 perguruan tinggi dari 118 negara dan wilayah.
Penilaian THE WUR dilakukan berdasarkan 17 indikator kinerja yang dikelompokkan ke dalam lima aspek utama. Kelima aspek tersebut meliputi lingkungan pengajaran dengan bobot 29,5 persen, lingkungan riset 29 persen, kualitas riset 30 persen, industri 4 persen, serta international outlook sebesar 7,5 persen.
Dalam daftar perguruan tinggi Indonesia, posisi UIN Malang berada satu kelompok dengan Universitas Airlangga (Unair), yang juga menempati peringkat 1.201-1.400. Sementara itu, Universitas Indonesia (UI) berada pada kelompok peringkat 651-700 dan menjadi perguruan tinggi Indonesia dengan posisi tertinggi dalam daftar THE WUR 2027.
Di bawah UI, terdapat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang sama-sama berada pada kelompok 801-1.000. Selanjutnya, Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Universitas Sebelas Maret (UNS) masuk kelompok 1.001-1.200.
Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof Dr Hj Ilfi Nur Diana mengatakan, capaian tersebut patut disyukuri sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi kampus untuk terus meningkatkan kualitas.
Menurut Prof Ilfi, masuknya UIN Malang dalam 10 besar perguruan tinggi Indonesia versi THE WUR 2027 tidak seharusnya dipandang sebagai tujuan akhir. Pemeringkatan tersebut menjadi salah satu gambaran untuk melihat perkembangan kinerja perguruan tinggi.
“Masuk dalam 10 besar perguruan tinggi di Indonesia versi THE WUR 2027 bukanlah tujuan akhir, tetapi menjadi salah satu cermin untuk melihat sejauh mana kinerja perguruan tinggi kita terus berkembang,” ujar Prof Ilfi.
Ia menjelaskan, penilaian THE WUR tidak hanya bertumpu pada satu bidang. Aspek yang diperhitungkan mencakup mutu pembelajaran, lingkungan penelitian, kualitas riset, dampak sitasi, jejaring internasional, hingga hubungan perguruan tinggi dengan dunia industri.
Karena itu, peningkatan kinerja UIN Malang, kata dia, perlu dilakukan secara menyeluruh. Kampus harus terus mendorong kualitas dan produktivitas penelitian, memperkuat publikasi serta sitasi, dan memperluas kerja sama internasional.
“Ke depan, kita harus terus meningkatkan kualitas dan produktivitas riset, memperkuat publikasi dan sitasi, memperluas kolaborasi internasional, meningkatkan mutu pembelajaran, serta memperkuat hilirisasi dan kemitraan dengan berbagai pihak,” katanya.
Bukan Alasan Berhenti Berbenah
Prof Ilfi menegaskan bahwa capaian UIN Malang dalam THE WUR 2027 tidak menjadi alasan bagi kampus untuk berhenti melakukan pembenahan. Sebaliknya, hasil tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan UIN Malang menuju perguruan tinggi unggul dengan reputasi internasional masih membutuhkan berbagai upaya berkelanjutan.
Ia berharap peningkatan posisi dalam pemeringkatan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas yang benar-benar dirasakan sivitas akademika maupun masyarakat.
“Kita ingin setiap peningkatan peringkat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas yang benar-benar dirasakan oleh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, mitra, dan masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Prof Ilfi, capaian THE WUR 2027 juga dapat menjadi momentum untuk memperkuat budaya peningkatan mutu dan kolaborasi di lingkungan Kampus Ulul Albab.
“Mari kita jadikan pemeringkatan ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan standar, memperkuat kolaborasi, dan membawa nama Kampus Ulul Albab semakin dikenal di tingkat nasional maupun dunia,” pungkasnya.
Berikut perguruan tinggi terbaik Indonesia versi THE WUR terbaru:
- Universitas Indonesia (UI): 651-700
- Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: 801-1.000
- Universitas Gadjah Mada (UGM): 801-1.000
- Universitas Padjadjaran (Unpad): 1.001-1.200
- Universitas Sebelas Maret (UNS): 1.001-1.200
- Universitas Airlangga (Unair): 1.201-1.400
- Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang: 1.201-1.400
- Binus University: 1.401-1.600
- Universitas Diponegoro (Undip): 1.401-1.600
- Institut Teknologi Bandung (ITB): 1.401-1.600
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): 1.401-1.600
- IPB University: 1.401-1.600
- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS): 1.401-1.600
- Universitas Brawijaya (UB): 1.401-1.600
- Universitas Negeri Malang (UM): 1.601-1.800
- Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta: 1.601-1.800
- Telkom University (Tel-U): 1.601-1.800
- Universitas Ahmad Dahlan (UAD): 1.601-1.800
- Universitas Syiah Kuala (USK): 1.601-1.800
- Universitas Mataram (Unram): 1.601-1.800
- Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya: 1.801-2.000
- Universitas Hasanuddin (Unhas): 1.801-2.000
- Universitas Islam Indonesia (UII): 1.801-2.000
- Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung: 1.801-2.000
- Universitas Udayana (Unud): 1.801-2.000
- Universitas Andalas (Unand): 1.801-2.000
- Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY): 1.801-2.000
- Universitas Negeri Padang (UNP): 1.801-2.000
- Universitas Negeri Semarang (Unnes): 1.801-2.000
- Universitas Negeri Yogyakarta (UNY): 1.801-2.000
- Universitas Pelita Harapan (UPH): 1.801-2.000
- Universitas Pendidikan Indonesia (UPI): 1.801-2.000
- Universitas Sumatera Utara (USU): 1.801-2.000
- Universitas Halu Oleo (UHO): 2.001+
- Universitas Jember (Unej): 2.001+
- Universitas Muhammadiyah Malang (UMM): 2.001+
- Universitas Negeri Jakarta (UNJ): 2.001+
- Universitas Negeri Surabaya (Unesa): 2.001+
- Universitas Sriwijaya (Unsri): 2.001+
- Universitas Trisakti: 2.001+
- Universitas Trunodjoyo Madura: 2.001+
- Universitas Lampung (Unila): 2.001+ (ars/hel)
