Beranda

7 Tentara AS Tewas di USS Abraham Lincoln, Kelahi karena Penugasan Panjang

Kapal induk Amerika Serikat (AS) USS Abraham Lincoln (wikipedia)

INDONESIAONLINE – Insiden kekerasan dilaporkan terjadi di atas kapal induk Amerika Serikat (AS) USS Abraham Lincoln yang tengah menjalani misi panjang di kawasan Timur Tengah. Sebanyak tujuh personel Angkatan Laut AS disebut tewas dalam perkelahian yang dipicu keresahan terkait lamanya masa penugasan.

Laporan tersebut disampaikan kantor berita Tasnim. Menurut laporan itu, keributan bermula ketika seorang penasihat kepala Komando Pusat AS (CENTCOM), Brad Cooper, datang ke kapal untuk merespons keluhan para awak.

Keluhan tersebut berkaitan dengan pengerahan USS Abraham Lincoln yang berlangsung berbulan-bulan. Keluarga para personel sebelumnya juga telah menyuarakan keberatan mengenai masa penugasan yang dinilai terlalu panjang.

Saat memberikan penjelasan kepada para personel, Cooper disebut mendapat respons keras. Ia dilaporkan dicemooh dan dilempari botol oleh sejumlah awak kapal.

Situasi kemudian semakin memanas hingga terjadi bentrokan antarpersonel. Perkelahian tersebut dilaporkan melibatkan pisau dan sejumlah senjata tajam lainnya.

Dalam insiden itu, tujuh personel disebut meninggal dunia, sementara beberapa lainnya mengalami luka-luka. Kondisi di kapal dilaporkan menjadi tegang setelah kejadian tersebut.

USS Abraham Lincoln saat ini berada di Samudra Hindia setelah menjalani pengerahan selama 263 hari. Kapal induk tersebut disebut menjalankan misi yang berkaitan dengan operasi AS di Timur Tengah dan Iran.

Kapal itu juga tercatat telah berada di laut selama 208 hari secara berturut-turut. Durasi tersebut menjadi periode pengerahan berkelanjutan terpanjang bagi USS Abraham Lincoln.

Kekhawatiran mengenai kondisi para awak sebelumnya telah disampaikan oleh keluarga mereka. Pekan lalu, ratusan keluarga personel Angkatan Laut AS menggelar pertemuan virtual dengan Pelaksana Tugas Sekretaris Angkatan Laut Hung Cao.

Dalam pertemuan tersebut, keluarga mengungkapkan kekhawatiran mengenai kesehatan mental, kelelahan, serta keselamatan anggota keluarga mereka yang masih bertugas di kapal.

Sejumlah personel bahkan dilaporkan sempat mencoba melompat ke laut karena frustrasi belum dipulangkan. Salah satu kasus dialami suami Annabelle Loma yang kini menjalani perawatan medis setelah percobaan tersebut gagal.

Loma mengatakan suaminya berada dalam kondisi ketakutan karena khawatir karier militernya berakhir akibat kelelahan yang dialaminya.

Sementara itu, Cao sebelumnya menyampaikan kepada keluarga personel bahwa Angkatan Laut AS tengah menyiapkan kelompok serang kapal induk USS Theodore Roosevelt untuk menggantikan USS Abraham Lincoln.

Namun, belum ada kepastian mengenai kapan pergantian tersebut dilakukan. Pihak berwenang menyatakan jadwal penggantian belum dapat diumumkan dengan alasan keamanan operasional.

Sekitar 5.000 pelaut dan Marinir yang berada di USS Abraham Lincoln masih menjalani penugasan yang dimulai pada 21 November. Masa tugas kapal tersebut semula diperkirakan selesai pada Mei, tetapi kemudian diperpanjang tanpa tanggal kepulangan yang diumumkan secara terbuka. (rda/hel)

 

Exit mobile version