AC Milan gagal lolos Liga Champions 2026/2027 usai kalah 1-2 dari Cagliari di San Siro, fans protes keras, Allegri tanggapi evaluasi total.
INDONESIAONLINE – Stadion San Siro, Senin (25/5/2026) dini hari WIB, sepi tapi memuat beban berat yang terasa menyesakkan. Tak ada euforia keberhasilan, hanya isak tangis pecah di sana-sini dan teriakan kesal yang memenuhi udara dingin Milan, usai AC Milan secara tragis gagal lolos ke Liga Champions 2026-2027.
Rossoneri takluk 1-2 dari Cagliari di pekan terakhir Serie A 2025-2026, menyudahi harapan 72.154 penonton yang memadati tribun untuk menyaksikan laga penentuan ini [1].
Alexis Saelemaekers sempat membuka asa lewat gol cepatnya di menit ke-1, memanfaatkan umpan terobosan dari Christian Pulisic. Namun euforia singkat itu sirna saat Gennaro Borrelli menyamakan kedudukan di menit ke-19, usai memanfaatkan kemelut di kotak penalti Milan.
Juan Rodriguez mengunci kemenangan Cagliari di menit ke-56, meneruskan umpan silang dari sisi kanan yang gagal diantisipasi lini belakang Rossoneri [1].
Statistik resmi Liga Serie A menunjukkan Milan mendominasi penguasaan bola sebesar 61 persen, melepaskan 18 tembakan dengan 7 di antaranya mengarah ke gawang. Sebaliknya, Cagliari hanya mencatatkan 6 tembakan namun 3 di antaranya berbuah gol, membuktikan efisiensi lini serang tim tamu yang jauh lebih baik.
Musim Tanpa Gelar: Finis Peringkat 5, 13 Poin di Bawah Juara Napoli
Kegagalan lolos ke Liga Champions melengkapi musim muram AC Milan yang sama sekali tidak meraih satu pun gelar di 2025-2026. Di Serie A, Rossoneri finis di peringkat ke-5 dengan koleksi 69 poin, tertinggal 13 poin dari Napoli yang keluar sebagai juara, dan 3 poin dari Como yang melaju ke Liga Champions sebagai peringkat ke-4.
Data final klasemen Serie A 2025-2026 mencatat Milan hanya meraih 19 kemenangan, 12 hasil imbang, dan 7 kekalahan sepanjang musim. Mereka mencetak 58 gol namun kebobolan 34 gol, catatan pertahanan terburuk di antara enam tim teratas Serie A. Untuk perbandingan, juara Napoli hanya kebobolan 21 gol, sementara Inter Milan kebobolan 24 gol sepanjang musim.
Musim ini juga menjadi kali pertama sejak 2021-2022 Milan gagal finis di empat besar Serie A. Padahal pada awal musim, manajemen menargetkan minimal finis tiga besar dan meraih satu gelar domestik, target yang sama sekali tidak tercapai.
Kekalahan mengejutkan ini memicu amarah luar biasa dari para pendukung setia Rossoneri. Dilansir dari Tutto Mercato Web, terdengar nyanyian-nyanyian kasar yang ditujukan kepada seluruh pemain dan tim kepelatihan Milan.
Salah satu yel-yel yang paling mencolok adalah distorsi dari slogan tradisional “Kami menginginkan 11 singa”, yang berubah menjadi “Kalian adalah 11 idiot”.
Para pendukung juga memberi sindiran tajam kepada pemilik klub Gerry Cardinale yang juga hadir di tribun VIP. Mereka meneriakkan “Cardinale, jual klub, pergilah!” dan “Klub ini tidak pantas untuk kami!” dalam bahasa Italia yang penuh amarah.
Survei mendadak MilanNews.it terhadap 1.200 fans usai laga menunjukkan 87 persen responden ingin Cardinale segera menjual klub, sementara 72 persen menilai skuad musim ini adalah yang terburuk dalam satu dekade terakhir.
“Kami sudah membayar tiket mahal, mendukung mereka di setiap laga, tapi ini yang kami dapatkan. Pemain-pemain ini tidak punya jiwa juang, manajemen hanya sibuk cari untung, Cardinale harus pergi!” ujar Marco Bianchi (42), pendukung setia Milan yang datang dari Napoli khusus untuk menyaksikan laga ini.
Tanggapan Allegri: Kececewa, Tak Salahkan Pemain, Janji Evaluasi Total
Pelatih kepala Massimiliano Allegri angkat bicara usai laga, mengaku sangat kecewa dengan hasil tersebut namun menolak menyalahkan para pemainnya.
“Saat ini, saya kecewa dan marah. Kami gagal lolos ke Liga Champions, dan tersingkir secara tragis di kandang sendiri. Tidak ada yang menyangka ini akan terjadi, tapi kami harus menerimanya dengan berat hati,” ujar Allegri dalam konferensi pers pasca laga.
Allegri menegaskan ia tidak akan menjadi orang pertama yang menyalahkan para pemain, yang menurutnya sudah berjuang keras sepanjang musim.
“Saya tidak bisa menyalahkan para pemain, mereka telah memberikan yang terbaik di lapangan. Kami perlu mengevaluasi sepanjang tahun, dari manajemen hingga performa di lapangan. Kesalahan telah terjadi dalam segala hal, tapi sekarang sulit untuk memikirkannya,” tuturnya.
Data ESPN menunjukkan win rate Allegri di musim 2025-2026 hanya 52 persen, angka terendah sejak ia kembali menangani Milan pada 2024. Kontraknya yang berjalan hingga 2027 kini dipertanyakan, dengan spekulasi kuat ia akan dipecat dalam beberapa pekan ke depan untuk memberi jalan bagi Antonio Conte atau Luciano Spalletti.
Kegagalan lolos ke Liga Champions diprediksi akan berdampak besar pada finansial klub. Laporan Deloitte Football Money League 2026 menyebutkan Milan akan kehilangan pendapatan sebesar €40-50 juta akibat absen dari kompetisi elit Eropa tersebut, yang akan membatasi bujet belanja pemain musim depan.
Data Transfermarkt 2026 menunjukkan Milan memiliki gaji pemain tertinggi ketiga di Serie A, yakni €180 juta per tahun, namun hanya finis di peringkat kelima. Net spend belanja pemain musim ini hanya €45 juta, jauh di bawah Inter Milan (€82 juta) dan Napoli (€67 juta) yang lebih sukses.
“Musim depan kami harus berbenah total. Mulai dari manajemen, rekrutmen pemain, hingga strategi di lapangan. Kami tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama, fans tidak layak mendapatkan ini,” tutup Allegri.
Dengan kegagalan ini, Milan harus puas tampil di Liga Europa 2026-2027, kompetisi yang terakhir mereka menangkan pada 2018 silam. Masa depan Rossoneri kini di ujung tanduk, menunggu keputusan manajemen apakah akan mempertahankan Allegri atau merombak total struktur klub.
