INDONESIAONLINE – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di bawah kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud. Berbagai ruas jalan strategis yang selama ini menjadi keluhan masyarakat mulai direkonstruksi. Sementara pembangunan akses menuju wilayah pedalaman dan perbatasan terus digenjot untuk memperkuat konektivitas antardaerah.
Sejumlah wilayah yang menjadi prioritas pembangunan meliputi Kutai Barat, Mahakam Ulu, Kutai Kartanegara, Paser, hingga jalur penghubung menuju Kalimantan Utara. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar distribusi logistik, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Di Kabupaten Kutai Barat, Pemprov Kaltim telah merekonstruksi jalan poros Asa Juaq Asa di Kecamatan Barong Tongkok. Sementara itu, pembangunan akses Bongan Sotek yang menghubungkan Kutai Barat dengan Kabupaten Paser juga tetap dilanjutkan karena menjadi salah satu jalur strategis menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Untuk wilayah pedalaman, Pemprov Kaltim terus mendorong pembangunan konektivitas dari Mahakam Ulu menuju Kalimantan Utara. Proyek tersebut akan membuka akses baru yang selama ini menjadi harapan masyarakat di kawasan perbatasan.
“Untuk Kaltim ke Kaltara, investasi dilakukan oleh swasta yang akan membantu pembangunan jalan sepanjang 122 kilometer, dari Ujoh Bilang (Mahakam Ulu) hingga STA 22 yang diikuti dengan Malinau (Kaltara),” ujar Gubernur Rudy Mas’ud, Sabtu (01/08/2026).
Rudy menegaskan pembangunan infrastruktur tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh pihak agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.
“Untuk menyelesaikannya tidak bisa sendiri. Mari membangun Kaltim dari kita untuk kita dan oleh kita. Kami juga mengharapkan kepada seluruh pihak terkait, pemerintah kabupaten/kota maupun masyarakat bersama-sama mengambil peran dan tanggung jawab menuju Kaltim yang maju, generasi emas, dan menuju Indonesia Emas,” ungkapnya.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, sepanjang 2025 telah dilakukan rekonstruksi sekitar 120 kilometer jalan provinsi sehingga tingkat kemantapan jalan meningkat menjadi 85,83 persen. Pada 2026, pemerintah menargetkan kondisi jalan mantap mencapai 89,84 persen melalui penyelesaian sejumlah ruas prioritas di berbagai kabupaten dan kota.
Pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan tidak hanya mempercepat pemerataan pembangunan, tetapi juga meningkatkan investasi, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di seluruh Kalimantan Timur. (ra/hel)
