Beranda

Bhayangkara Presisi Tinggal Selangkah Lagi Juara Putaran Pertama Final Four Proliga 2026

Bhayangkara Presisi Tinggal Selangkah Lagi Juara Putaran Pertama Final Four Proliga 2026
Pemain Garuda Jaya Fauzan Nibras melepas smes ke pertahanan Bhayangkara Presisi. (pb pbvsi)

INDONESIAONLINE – Juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi selangkah lagi menjuarai putaran pertama Final Four Proliga 2026 usai membungkam Jakarta Garuda Jaya 3-0 (25-18, 25-14, 25-17) pada laga keduanya di Jawa Pos Arena Surabaya, Sabtu (4/4/2026).

Sehari sebelumnya, klub milik Polri ini juga memenangkan laga melawan Surabaya Samator juga dengan skor telak 3-0.

Kemenangan ini memperkokoh posisi Bhayangkara Presisi di klasemen sementara Final Four sekaligus menjadi sinyal bahaya bagi rival-rival lainnya.

​Bhayangkara Presisi langsung menurunkan kekuatan penuh sejak awal laga. Nama-nama besar seperti Nizar Zulfikar, Agil Angga Anggara, Gumilar, Martin Atanasov, Bardia Saadat langsung menggebrak.

​Di sisi lain, Jakarta Garuda Jaya yang mengandalkan Fauzan Nibras, Dawuda, Haikal, Bagas, dan Movsar Bataev sempat memberikan perlawanan sengit. Aksi saling kejar angka terjadi hingga pertengahan set. Namun, kematangan Nizar Zulfikar dalam mengatur ritme membuat Bhayangkara lepas dari tekanan dan unggul 22-17. Pertahanan rapat yang digalang skuad Polri ini membuat serangan Dawuda dkk buntu, hingga set pertama ditutup dengan skor 25-18.

​Memasuki set kedua, Jakarta Garuda Jaya seolah kehilangan arah. Bhayangkara Presisi langsung tancap gas dengan keunggulan cepat 4-0. Pelatih Garuda Jaya, Nur Widayanto, sempat mengambil time out untuk memutus momentum lawan, namun upaya tersebut sia-sia.

​Bhayangkara terus membombardir pertahanan lawan hingga menyentuh angka krusial 8-0. Dawuda sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 2-8, namun Agil Angga dkk tampil tanpa cela. Dominasi terus berlanjut hingga kedudukan 16-6 di pertengahan set, sebelum akhirnya smes-smes keras mengakhiri set kedua dengan margin lebar, 25-14.

​Meski sudah unggul 2-0, Reidel Toiran tidak mengendurkan intensitas, walaupun ia mulai melakukan rotasi dengan memasukkan pemain pelapis seperti Hernanda Zulfi. Strategi ini terbukti efektif; ketajaman serangan Bhayangkara Presisi tidak berkurang sedikit pun.

​Pertandingan sempat berjalan alot di awal set ketiga dengan skor kembar 5-5 hingga 10-10. Namun, setelah melewati poin-poin tersebut, Bhayangkara kembali menjauh 17-13. Kombinasi serangan dari Gumilar, Agil Angga, dan Martin Atanasov berkali-kali menembus blokir Garuda Jaya. Set ketiga pun resmi menjadi milik Bhayangkara Presisi dengan skor 25-17.

Usai laga pelatih Garuda Jaya, Nur Widayanto menyampaikan taktik para pemainnya tidak berjalan seperti yang direncanakan, “Termasuk receive kami tidak berjalan baik, karena servis dari lawan benar-benar merusak permainan anak-anak,” kata Nur Widayanto.

Ia juga menyoroti kekompakan pemainnya sedikit kurang, “Karena tosser juga belum bisa sepenuhnya memahami kemauan anak-anak,” tukas Nur Widayanto.

Kapten tim Garuda Jaya, Dawuda mengakui, “Kami memang kalah hari ini, tapi dari segi permainan sebenarnya kami ada peningkatan,” kata Dawuda. Ia pun tetap optimis menatap pertandingan berikutnya .

Sementara itu pelatih Bhayangkara Presisi Reidel Toiran mengomentari kemenangan hari ini bagian dari penataan komposisi untuk pertandingan berikutnya,”Terus terang hari ini kami mencoba komposisi pemain untuk pertandingan final four selanjutnya,” katanya.

Kapten tim Bhayangkara Presisi Nizar Zulfikar mengatakan bahwa permainan timnya hari ini cukup baik, “Karena kebetulan tim pelatih meminta kami untuk bermain lepas,” kata Nizar. (hsa/hel)

Exit mobile version