Beranda

Bondowoso Borong Empat Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Keluarga

Bondowoso meraih empat penghargaan nasional berkat inovasi pembangunan keluarga, kependudukan, KB, dan dukungan Program Prioritas Nasional (jtn/io)

Bondowoso meraih empat penghargaan nasional berkat inovasi pembangunan keluarga, kependudukan, KB, dan dukungan Program Prioritas Nasional.

INDONESIAONLINE – Pembangunan daerah tidak lagi hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau pembangunan infrastruktur. Pemerintah pusat kini juga menempatkan kualitas keluarga, pengendalian kependudukan, serta pelayanan keluarga berencana sebagai indikator penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Di tengah arah kebijakan tersebut, Kabupaten Bondowoso berhasil menunjukkan kinerja yang mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso memborong empat penghargaan pada bidang pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana) dalam ajang penghargaan yang diselenggarakan di Pendapa Kabupaten Malang, Rabu (29/7/2026). Penghargaan tersebut menjadi bukti keberhasilan daerah dalam mengintegrasikan berbagai program prioritas nasional dengan kebutuhan masyarakat di tingkat lokal.

Salah satu penghargaan diberikan kepada Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid atas inovasi serta komitmennya dalam mengakselerasi pelaksanaan Program Prioritas Nasional. Penilaian itu mencakup implementasi sejumlah program strategis, yakni TAMASYA, GATI, SIDAYA, Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), hingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk sasaran 3B.

Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan keluarga kini menjadi salah satu fondasi utama pembangunan daerah. Sejak transformasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menjadi bagian dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, pemerintah daerah didorong untuk tidak hanya mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, tetapi juga meningkatkan kualitas keluarga melalui pendekatan yang lebih terintegrasi.

Program-program seperti Genting, misalnya, dirancang untuk mempercepat penurunan prevalensi stunting melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan individu yang berperan sebagai orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting. Sementara Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu kebijakan nasional dalam memperkuat kualitas gizi anak, ibu hamil, dan kelompok rentan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Keberhasilan Tak Lepas dari Penguatan Tata Kelola Kependudukan

Selain penghargaan kepada kepala daerah, Pemerintah Kabupaten Bondowoso juga memperoleh apresiasi atas komitmennya memperluas akses pelayanan keluarga berencana (KB) yang berkualitas bagi pasangan usia subur (PUS).

Capaian peserta KB baru selama 2026, khususnya Metode Operasi Wanita (MOW), berhasil melampaui target dengan realisasi di atas 100 persen. Pencapaian tersebut mencerminkan semakin meningkatnya akses masyarakat terhadap layanan kesehatan reproduksi sekaligus keberhasilan pemerintah daerah dalam melakukan edukasi mengenai perencanaan keluarga.

Menurut data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) serta berbagai laporan BKKBN, peningkatan penggunaan metode kontrasepsi modern berkontribusi terhadap pengendalian angka kelahiran, peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta penurunan risiko kehamilan yang tidak direncanakan. Program keluarga berencana juga menjadi salah satu instrumen penting dalam mewujudkan bonus demografi yang berkualitas.

Penghargaan berikutnya diberikan atas keberhasilan Kabupaten Bondowoso menyusun Dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) Tahun 2026. Dokumen ini menjadi pedoman strategis dalam menyelaraskan kebijakan kependudukan dengan perencanaan pembangunan daerah.

Keberadaan PJPK dinilai penting karena pembangunan kependudukan tidak hanya berbicara mengenai jumlah penduduk, tetapi juga distribusi, kualitas sumber daya manusia, struktur umur, hingga kesiapan menghadapi perubahan sosial dan ekonomi di masa depan. Dokumen tersebut menjadi acuan lintas sektor agar kebijakan pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, hingga perlindungan sosial dapat berjalan secara terpadu.

Penghargaan nasional juga diberikan kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bondowoso atas inovasi dan keterlibatannya dalam mendukung pelaksanaan Program Prioritas Nasional, mulai dari TAMASYA, GATI, SIDAYA, Genting, hingga MBG sasaran 3B.

Kolaborasi Menjadi Kunci Keberhasilan

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa keberhasilan tersebut bukan hasil kerja individu, melainkan buah dari kolaborasi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah.

“Penghargaan ini adalah penghargaan untuk sinergitas dan kebersamaan pemerintah daerah bersama seluruh masyarakat Bondowoso atas capaian dalam mendukung program nasional sekaligus membangun sendi-sendi kesejahteraan keluarga di Kabupaten Bondowoso,” ujarnya.

Ia menilai keberhasilan pembangunan keluarga hanya dapat dicapai apabila seluruh perangkat daerah, organisasi masyarakat, tenaga kesehatan, hingga masyarakat terlibat aktif dalam pelaksanaannya.

Karena itu, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), aparatur sipil negara (ASN), serta para pemangku kepentingan yang selama ini menjadi bagian dari implementasi berbagai program pembangunan keluarga di Bondowoso.

“Terima kasih atas kolaborasi dan sinergitas yang telah dibangun, kepada seluruh OPD, ASN yang telah membaktikan diri, serta dukungan para stakeholder dan masyarakat Bondowoso. Ini adalah sesuatu yang patut kita syukuri dan menjadi motivasi bagi kita untuk terus mengabdi, berinovasi, dan berprestasi,” kata Abdul Hamid Wahid.

Keberhasilan Bondowoso meraih empat penghargaan nasional memperlihatkan bahwa pembangunan keluarga kini menjadi salah satu indikator utama keberhasilan pemerintah daerah. Tidak hanya berorientasi pada capaian administratif, berbagai program yang dijalankan diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan ketahanan keluarga, pengendalian kependudukan, pelayanan keluarga berencana yang berkualitas, serta percepatan penurunan stunting.

Di tengah tantangan menuju Indonesia Emas 2045, capaian tersebut menjadi modal penting bagi Bondowoso untuk terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan sektor swasta menjadi faktor penentu agar berbagai program prioritas nasional tidak berhenti sebagai target kinerja, melainkan benar-benar memberikan dampak terhadap meningkatnya kesejahteraan keluarga dan kualitas generasi mendatang (ar/dnv).

Exit mobile version