Beranda

Buka Seminar Forum DAS, Ketua DPRD Kaltim Tegaskan Mahakam Tengah Nadi Kehidupan Daerah

Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud (ist)

INDONESIAONLINE – Ketua DPRD Kalimantan Timur Hasanuddin Mas’ud membuka secara resmi Seminar Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Kalimantan Timur yang mengusung tema “Mahakam Tengah dalam Sistem DAS Mahakam: Fungsi Ekologis, Ketahanan Hidrologis, dan Nilai Ekonomi Lanskap”.

Kegiatan strategis tersebut dihadiri oleh Plt Kepala BPDAS Mahakam Berau Indi Hendraswari, perwakilan GIZ, akademisi Universitas Mulawarman (Unmul), jajaran Bappeda Kaltim, hingga mitra lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Dalam sambutannya, Hasanuddin menekankan bahwa keberadaan DAS Mahakam memiliki peran yang sangat vital bagi keberlangsungan hidup dan ekosistem di Kalimantan Timur. “Forum seperti ini penting karena DAS Mahakam bukan sekadar bentang alam, tapi nadi kehidupan Kaltim. Dan kawasan Mahakam Tengah punya peran kunci sebagai penyeimbang antara hulu dan hilir,” ujar Hasanuddin, Rabu (09/09/2026).

Ia berharap forum diskusi ini tidak berhenti pada wacana akademis semata, melainkan mampu melahirkan rekomendasi konkret yang dapat ditransformasikan menjadi kebijakan nyata oleh pemerintah daerah. Menurut Hasanuddin, sinergi lintas sektor mulai dari pemerintah, akademisi, lembaga internasional seperti GIZ, hingga masyarakat sipil merupakan kunci utama menjaga kelestarian Mahakam Tengah demi generasi mendatang.

Dorong Penerapan Ekonomi Hijau di DAS Mahakam

​Hasanuddin Mas’ud juga mendorong penerapan konsep ekonomi hijau (green economy) dalam mengelola kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Mahakam, khususnya di wilayah Mahakam Tengah.

​Ia menegaskan bahwa pendekatan konservasi lingkungan di masa kini tidak boleh bersifat kaku atau sekadar memberlakukan larangan yang justru mematikan mata pencaharian warga setempat.

​“Saya selalu percaya konservasi tidak boleh berhenti pada larangan semata apalagi mematikan mata pencaharian warga. Justru sebaliknya, menjaga gambut dan danau tetap lestari harus dibarengi dengan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar,” kata Hasanuddin.

​Berbagai skema pemanfaatan ekonomi ramah lingkungan dinilai sangat potensial untuk dikembangkan, mulai dari perikanan berkelanjutan, ekowisata berbasis komunitas, hingga pemanfaatan skema perdagangan karbon dan jasa lingkungan.

​Melalui pendekatan ini, perlindungan terhadap kawasan ekosistem penting dapat berjalan selaras dengan upaya peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal.

​“Prinsip inilah yang saya sebut ekonomi hijau, di mana alam terjaga dan dapur warga tetap mengepul. Mari sama-sama menjaga Mahakam, menjaga kehidupan kita bersama,” pungkasnya. (ra/hel)

Exit mobile version