INDONESIAONLINE – Ketua Umum Relawan Projo Budi Arie Setiadi menyampaikan permintaan maaf setelah pernyataannya mengenai kemungkinan terjadinya “percepatan” sebelum Pemilu 2029 ramai diperbincangkan publik. Ia menegaskan pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi dan tidak berkaitan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Pernyataan Budi Arie sebelumnya viral melalui sebuah video berdurasi 1 menit 47 detik. Rekaman itu memperlihatkan suasana pertemuan di sebuah ruangan dengan Jokowi duduk di sebelah Budi Arie.
Dalam video tersebut, Budi Arie mengaku sempat menyampaikan kepada Jokowi bahwa ia memiliki insting mengenai kemungkinan terjadinya sesuatu yang “lebih cepat dari 2029”. Ia kemudian mengajak peserta pertemuan mempertimbangkan kemungkinan adanya perubahan situasi politik sebelum tahapan Pemilu 2029.
Budi Arie juga mengaitkan pandangannya dengan kondisi sosial masyarakat yang dinilainya sedang mengalami sejumlah anomali. Ia menyinggung aksi demonstrasi di Pati dan Madura serta membandingkannya dengan situasi menjelang reformasi 1998.
Menurut Budi Arie, berbagai kondisi tersebut menunjukkan adanya “patahan sejarah”. Ia kemudian mengingatkan bahwa perubahan politik dapat terjadi di luar skenario yang telah dipersiapkan. “Insting aktivis saya mengatakan ini ada sesuatu yang lebih cepat dari yang kita bayangkan,” ujar Budi Arie dalam video tersebut.
Pernyataan itu kemudian menimbulkan berbagai spekulasi, terutama karena disampaikan ketika Jokowi berada di sampingnya.
Budi Arie Sampaikan Permintaan Maaf
Menanggapi kontroversi tersebut, Budi Arie menyampaikan permintaan maaf pada Rabu (26/8/2026). Dalam keterangannya kepada wartawan, ia memberikan tiga poin klarifikasi.
Pertama, Budi Arie menyatakan bahwa pernyataan dan analisis yang disampaikannya merupakan pandangan pribadi. Kedua, ia menegaskan tidak ada kaitan antara pernyataan tersebut dengan Jokowi yang hadir dalam pertemuan itu. “Pernyataan tersebut tidak ada hubungan dan mengkaitnya, dengan Bapak Joko Widodo,” kata Budi Arie.
Ketiga, Budi Arie menyatakan siap bertanggung jawab atas pernyataannya dan menerima konsekuensi yang mungkin timbul.
Ia juga meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa kurang berkenan atau tidak nyaman akibat pernyataannya yang kemudian menjadi viral.
“Saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut,” ujarnya.
Budi Arie menutup klarifikasinya dengan mengajak masyarakat menjaga persatuan Indonesia.
PSI Pastikan Jokowi Tak Beri Persetujuan
Ketua DPP PSI Bestari Barus turut memberikan penjelasan mengenai posisi Jokowi dalam pertemuan tersebut. Ia menyebut Jokowi hadir karena mendapat undangan untuk bertemu dengan para relawan.
Menurut Bestari, pernyataan Budi Arie mengenai kemungkinan terjadinya percepatan tersebut tidak diketahui ataupun disetujui Jokowi. “Pak Jokowi hadir karena diundang ingin bertemu dengan relawan. Di situ ada orang yang nyolong ngomong gitu,” kata Bestari.
Ia juga menilai pernyataan tersebut berpotensi menimbulkan persepsi mengenai hal-hal yang dapat memicu perpecahan.
Bestari bahkan menegaskan bahwa Jokowi sama sekali tidak memberikan persetujuan terhadap pernyataan Budi Arie tersebut.
“Seribu persen saya menggaransi bahwa tidak ada persetujuan Pak Jokowi untuk hal-hal seperti apa yang disampaikan kemarin pagi itu,” tegasnya.
