INDONESIAONLINE – Cuaca panas sedang melanda sebagian wilayah Indonesia saat ini. Kondisi tersebut tidak hanya membuat lingkungan lebih kering, tetapi juga dapat berdampak pada kondisi tubuh, terutama ketika seseorang banyak beraktivitas di luar ruangan.
Paparan suhu tinggi membuat tubuh lebih banyak mengeluarkan cairan melalui keringat. Jika cairan yang hilang tidak segera digantikan, risiko dehidrasi pun dapat meningkat. Karena itu, menjaga asupan cairan menjadi hal penting, terutama selama periode cuaca panas.
Selain memastikan tubuh mendapat cukup air, beberapa kebiasaan sehari-hari juga perlu diperhatikan. Sebab, tanpa disadari, kebiasaan tertentu dapat membuat tubuh lebih mudah kehilangan cairan atau membuat kebutuhan cairan tidak terpenuhi.
Dilansir dari Healthline, kebutuhan cairan tubuh dapat meningkat ketika seseorang banyak berkeringat akibat cuaca panas maupun aktivitas fisik. Lantas, kebiasaan apa saja yang sebaiknya dihindari agar tubuh tidak mudah mengalami dehidrasi? Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Menunggu Haus Baru Minum
Rasa haus bukan satu-satunya tanda tubuh membutuhkan cairan. Jika baru minum ketika merasa sangat haus, tubuh bisa saja sudah mulai mengalami kekurangan cairan.
Biasakan minum air secara berkala sepanjang hari, terutama ketika cuaca panas atau sedang banyak melakukan aktivitas fisik.
2. Terlalu Banyak Minum Kopi
Kopi tetap dapat berkontribusi terhadap asupan cairan. Namun, konsumsi kafein dalam jumlah berlebihan dapat membuat sebagian orang lebih sering buang air kecil.
Karena itu, jangan menjadikan kopi sebagai satu-satunya sumber cairan. Tetap imbangi dengan air putih agar kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi.
3. Terlalu Sering Mengonsumsi Minuman Manis
Minuman manis seperti soda, teh manis, minuman kemasan, dan minuman dengan tambahan gula memang terasa menyegarkan ketika cuaca panas. Namun, mengandalkannya sebagai pengganti air putih bukan pilihan yang baik.
Selain kandungan gulanya yang tinggi pada sebagian produk, minuman tersebut dapat membuat asupan gula harian menjadi berlebihan.
4. Mengonsumsi Makanan Terlalu Asin
Makanan dengan kandungan garam tinggi juga sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Asupan natrium yang tinggi dapat meningkatkan kebutuhan tubuh terhadap air.
Keripik, makanan cepat saji, mi instan, makanan olahan, hingga beberapa jenis camilan kemasan merupakan contoh makanan yang perlu diperhatikan porsinya.
5. Beraktivitas Berat di Bawah Terik Matahari
Berolahraga atau melakukan pekerjaan fisik saat matahari sedang terik dapat membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak keringat. Jika cairan yang hilang tidak segera digantikan, risiko dehidrasi meningkat.
Jika harus beraktivitas di luar ruangan, usahakan memilih waktu yang lebih sejuk, menggunakan pelindung dari sinar matahari, serta membawa air minum.
6. Mengabaikan Tanda-Tanda Dehidrasi
Jangan mengabaikan tanda seperti mulut kering, urine berwarna lebih gelap, buang air kecil lebih jarang, tubuh terasa lemas, pusing, atau sakit kepala.
Gejala tersebut dapat menjadi tanda tubuh membutuhkan lebih banyak cairan. Segera beristirahat di tempat yang sejuk dan minum secara bertahap.
7. Tidak Membawa Air saat Bepergian
Kebiasaan keluar rumah tanpa membawa air minum bisa membuat seseorang menunda minum, terutama ketika sulit menemukan akses air.
Membawa botol air sendiri merupakan langkah sederhana untuk memastikan tubuh tetap mendapatkan cairan selama perjalanan maupun beraktivitas.
Menjaga tubuh tetap terhidrasi tidak hanya dilakukan dengan memperbanyak minum ketika cuaca sedang panas. Pola minum yang teratur, memilih makanan yang tepat, serta membatasi kebiasaan yang dapat memperburuk kehilangan cairan juga perlu diperhatikan.
Jika cuaca panas berlangsung cukup lama, perhatikan kondisi tubuh dan segera beristirahat apabila muncul tanda-tanda dehidrasi. Pada kondisi yang lebih berat seperti kebingungan, pingsan, atau tubuh tidak mampu minum, pertolongan medis perlu segera dicari. (mt/hel)
