INDONESIAONLINE – Waduk Gajah Mungkur di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, dikenal sebagai salah satu bendungan terbesar di Pulau Jawa. Di balik fungsinya yang vital bagi masyarakat, waduk ini juga menyimpan sejumlah cerita dan fakta menarik.
Sejak lama, Waduk Gajah Mungkur menjadi penopang kehidupan warga Wonogiri dan sekitarnya. Berdasarkan berbagai sumber, waduk ini memiliki beragam manfaat strategis, mulai dari pengendalian banjir hingga penyediaan air bagi pertanian dan kebutuhan rumah tangga.
Pada awal pembangunannya, bendungan ini dirancang untuk mengatasi luapan Sungai Bengawan Solo yang kerap memicu banjir saat musim hujan. Dengan adanya waduk, kelebihan debit air dapat ditampung lebih dulu sebelum dialirkan ke hilir, sehingga risiko banjir di wilayah seperti Solo, Sragen, dan Bojonegoro dapat ditekan.
Selain berfungsi sebagai pengendali banjir, waduk ini juga menjadi sumber air baku. Air yang ditampung kemudian diolah untuk memenuhi kebutuhan domestik dan industri.
Tak kalah penting, Waduk Gajah Mungkur menyuplai air irigasi ke ribuan hektare lahan pertanian, membantu petani menjaga produksi tetap stabil sepanjang tahun.
Berikut sejumlah fakta menarik tentang Waduk Gajah Mungkur:
1. Nama yang Berasal dari Pegunungan
Nama Gajah Mungkur diambil dari pegunungan yang berada di sekitar lokasi waduk. Secara bahasa, “gajah” merujuk pada hewan bertubuh besar, sedangkan “mungkur” dalam bahasa Jawa berarti membelakangi.
Kontur pegunungan di kawasan tersebut dari sudut tertentu disebut menyerupai punggung gajah yang tengah berbalik arah. Nama itu kemudian diabadikan saat proyek bendungan dibangun pada era 1970-an.
2. Mulai Dibangun 1976, Resmi Beroperasi Awal 1980-an
Proyek pembangunan dimulai pada 1976 melalui kerja sama Pemerintah Indonesia dengan dukungan teknis dan pendanaan dari Jepang. Waduk ini resmi beroperasi sekitar 1981–1982 sebagai bagian dari proyek besar pengendalian banjir Bengawan Solo, sekaligus untuk irigasi dan pembangkit listrik tenaga air.
3. Kisah Bedhol Desa
Pembangunan Waduk Gajah Mungkur menyisakan cerita besar berupa relokasi puluhan desa. Sekitar 51 desa terdampak dan lebih dari 13 ribu kepala keluarga harus pindah karena wilayahnya tergenang. Proses pemindahan dilakukan bertahap, baik ke wilayah lain di Wonogiri maupun melalui program transmigrasi ke luar daerah.
Hingga kini, kisah kampung yang tenggelam masih menjadi memori kolektif warga, terutama ketika permukaan air surut dan sisa bangunan lama terlihat kembali.
4. Salah Satu Waduk Terluas di Jawa
Luas genangan Waduk Gajah Mungkur mencapai sekitar 8.800 hektare dalam kondisi normal. Area perairannya membentang hingga mencakup beberapa kecamatan di Wonogiri. Dengan kapasitas tampung yang besar, waduk ini berperan penting dalam mengatur aliran Bengawan Solo sekaligus menjadi destinasi wisata andalan karena panorama yang menyerupai lautan kecil.
5. Usia Operasional Diperkirakan 50 Tahun
Seperti bendungan lainnya, waduk ini memiliki usia teknis sekitar 50 tahun sejak mulai beroperasi. Salah satu tantangan utamanya adalah sedimentasi dari Bengawan Solo dan anak sungainya yang dapat mengurangi kapasitas tampung air. Sejak beroperasi pada awal 1980-an, usia waduk kini mendekati batas optimalnya pada 2031.
Untuk memperpanjang masa manfaat, pemerintah melakukan sejumlah upaya, termasuk pembangunan closure dike atau tanggul penutup.
Dengan berbagai fungsi dan sejarah panjangnya, Waduk Gajah Mungkur tidak hanya menjadi infrastruktur vital, tetapi juga bagian penting dari perjalanan sosial dan ekonomi masyarakat Wonogiri.
6. Destinasi Wisata Andalan Wonogiri
Tak hanya berperan sebagai infrastruktur penting, Waduk Gajah Mungkur juga menjelma menjadi salah satu tujuan wisata unggulan di Kabupaten Wonogiri. Bentangan air yang luas berpadu dengan perbukitan di sekelilingnya menghadirkan panorama alam yang memikat, sehingga menarik kunjungan wisatawan dari berbagai daerah.
Di kawasan waduk, pengunjung bisa menikmati beragam aktivitas, seperti berkeliling perairan dengan perahu, memancing, atau sekadar bersantai di tepian sambil mencicipi kuliner khas setempat.
Fasilitas rekreasi keluarga pun tersedia, mulai dari taman bermain hingga wahana air yang menambah daya tarik kawasan ini.
Menjelang senja, suasana di Waduk Gajah Mungkur semakin memesona dengan pemandangan matahari terbenam yang kerap menjadi incaran pengunjung untuk berfoto.
Kombinasi antara fungsi strategis dan potensi pariwisata tersebut menjadikan Waduk Gajah Mungkur bukan hanya berkontribusi bagi perekonomian daerah, tetapi juga menjadi salah satu kebanggaan warga Wonogiri.
