INDONESIAONLINE – Warga akan khawatir jika hujan deras turun dalam waktu lama, terutama jika disertai angin kencang dan petir. Selain berisiko memicu banjir, hujan lebat juga dapat menyebabkan tanah longsor hingga pohon tumbang.
Dalam Islam, hujan merupakan salah satu bentuk rahmat Allah SWT. Namun, ketika cuaca mulai membahayakan, umat Islam dianjurkan memohon perlindungan kepada-Nya agar hujan membawa manfaat dan tidak menimbulkan bencana.
Anjuran untuk berdoa tercantum dalam Al-Qur’an surah Gafir ayat 60. Allah SWT berfirman:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.‘”
Dilansir dari buku Berdoa susunan Agus Mustofa, dijelaskan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk memohon pertolongan Allah SWT dalam berbagai keadaan. Termasuk ketika menghadapi cuaca buruk dan berharap hujan yang turun tidak menimbulkan bahaya.
Dirangkum dari buku Fiqh As Sunnah susunan Sayyid Sabiq terjemahan Khairul Amru Harahap serta buku Doa dan Dzikir Sepanjang Tahun karya Hamdan Hamedan, berikut enam doa yang dapat dibaca ketika hujan deras, angin kencang, atau petir terjadi.
1. Doa ketika Angin Kencang
Angin kencang yang menyertai hujan dapat membahayakan keselamatan, misalnya karena merobohkan pohon atau merusak bangunan. Ketika menghadapi angin kencang, umat Islam dapat memohon kebaikan sekaligus perlindungan dari dampak buruknya.
Berikut doa yang dapat dibaca:
Arab:
اَللهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَمَا اُرْسِلَتْ بِهِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّمَا فِيْهَا وَشَرِّمَا اُرْسِلَتْ بِهِ
Latin:
Allaahumma innii as-aluka khairahaa wa khaira maa fiihaa wa khaira maa ursilat bih. Wa-a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa syarrimaa ursilat bih.
Artinya:
“Ya Allah, saya memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau kirim bersamanya. Dan saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, kejahatan yang ada di dalamnya, dan kejahatan yang Engkau kirim bersamanya.”
2. Doa ketika Hujan Disertai Petir
Suara petir yang menggelegar saat hujan deras terkadang membuat orang merasa takut. Dalam keadaan tersebut, umat Islam dapat mengingat kebesaran Allah SWT dengan membaca doa berikut.
Arab:
سُبْحانَ الَّذي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالمَلائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ
Latin:
Subhaanal ladzii yusabbihur ra’du bihamdihii wal malaa-ikatu min khiifatih.
Artinya:
“Mahasuci Allah, Yang petir bertasbih dengan memuji kepada-Nya, dan para malaikat takut kepada-Nya.”
3. Doa Memohon Perlindungan dari Bahaya
Saat hujan deras dan cuaca buruk melanda, umat Islam dapat memohon perlindungan Allah SWT dari segala hal yang membahayakan. Salah satu doa yang dikenal luas adalah doa memohon perlindungan dengan menyebut nama Allah.
Arab:
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Latin:
Bismillahilladzi la yadhurru ma’asmihi syaiun fil ardhi wa la fis sama’i wa huwas-sami’ul ‘alim.
Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudarat), dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Doa ini diriwayatkan dalam hadis Abu Dawud.
4. Doa agar Hujan Turun di Tempat yang Aman
Jika hujan terus mengguyur dan dikhawatirkan menimbulkan bahaya, umat Islam dapat membaca doa yang dicontohkan Rasulullah SAW ketika meminta agar hujan dialihkan ke wilayah yang membutuhkan air.
Arab:
اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
Latin:
Allahumma hawalayna wa la ‘alaina. Allahumma ‘alal-akaami wadh-dhiraabi wa butuunil-awdiyati wa manaabitish-shajar.
Artinya:
“Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan di atas kami. Ya Allah, turunkanlah hujan di atas bukit-bukit, gunung-gunung, lembah-lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.”
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Isinya menunjukkan bahwa umat Islam dapat memohon agar hujan turun di tempat yang memberi manfaat dan tidak membahayakan permukiman.
5. Doa agar Hujan Membawa Manfaat
Hujan dibutuhkan untuk mengairi sawah, menjaga ketersediaan air, dan menyuburkan tanaman. Karena itu, ketika hujan turun, umat Islam dianjurkan memohon agar air yang tercurah membawa kebaikan.
Berikut doa yang diajarkan Rasulullah SAW:
Arab:
اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَيِّبًا نَافِعًا
Latin:
Allahummaj’alhu shayyiban naafi’an.
Artinya:
“Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat.”
Doa ini dapat dibaca ketika hujan turun sebagai permohonan agar air yang diberikan Allah SWT mendatangkan manfaat bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.
6. Doa sebagai Ungkapan Syukur atas Turunnya Hujan
Hujan juga menjadi pengingat atas karunia Allah SWT. Ketika hujan turun, umat Islam dianjurkan mengingat bahwa air yang dibutuhkan manusia merupakan bagian dari rahmat-Nya.
Salah satu doa yang dibaca Rasulullah SAW setelah hujan turun adalah sebagai berikut:
Arab:
مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ
Latin:
Muthirnaa bi-fadhlillaahi wa rahmatih.
Artinya:
“Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.”
Doa tersebut merupakan ungkapan syukur atas turunnya hujan, sekaligus pengingat agar manusia tidak melupakan karunia Allah SWT.
Demikian beberapa doa yang bisa dibaca saat turun hujan. Al-Qur’an menjelaskan bahwa hujan diturunkan sebagai bentuk rahmat Allah SWT. Hal ini tercantum dalam surah Asy-Syura ayat 28:
وَهُوَ الَّذِيْ يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْۢ بَعْدِ مَا قَنَطُوْا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهٗ ۗوَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيْدُ
Artinya: “Dan Dialah yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.”
Tafsir Kementerian Agama RI menjelaskan bahwa ayat tersebut menggambarkan kemurahan Allah SWT yang menurunkan hujan setelah manusia kehilangan harapan untuk mendapatkan air. Hujan menjadi sumber kehidupan yang menyuburkan tanah dan memberi manfaat bagi makhluk hidup.
“Hal lain yang menunjukkan kemurahan Allah adalah Dialah yang menurunkan hujan dari langit setelah mereka berputus asa untuk mendapatkan air bagi kebutuhan mereka,” tulis Tafsir Kemenag RI.
Rasulullah SAW juga pernah menunjukkan sikap menyambut hujan sebagai rahmat Allah. Dalam hadis riwayat Muslim dari Anas bin Malik RA, diceritakan bahwa suatu ketika para sahabat kehujanan bersama Rasulullah SAW. Beliau kemudian membuka sebagian pakaiannya agar tubuhnya terkena air hujan.
Para sahabat bertanya mengapa beliau melakukan hal tersebut. Rasulullah SAW menjawab:
“Karena hujan ini baru saja diciptakan oleh Allah.” (HR Muslim)
Imam Nawawi menjelaskan bahwa perkataan Rasulullah SAW tersebut menunjukkan hujan sebagai rahmat yang baru saja Allah SWT ciptakan dan masih membawa keberkahan.
Meski hujan merupakan rahmat, umat Islam tetap perlu menjaga keselamatan ketika cuaca memburuk. Membaca doa dapat menjadi ikhtiar spiritual, sedangkan menjauhi sungai yang meluap, menghindari pohon saat angin kencang, dan mengikuti peringatan petugas merupakan langkah nyata untuk mengurangi risiko bencana. (bn/hel)






