INDONESIAONLINE – Yayasan Al Hayatul Islamiyah Kota Malang dalam kiprahnya selama 67 Tahun mengabdi untuk mencerdaskan anak bangsa telah menjadi role model atau teladan pendidikan karakter sehingga menjadi rujukan dari berbagai lembaga pendidikan lain,
Peringatan Harlah Ke-67 Yayasan Al Hayat pun berlangsung meriah dengan sejumlah agenda, mulai 29 April hingga 1 Mei 2026. Kegiatan tersebut meliputi edukasi kepramukaan, perkemahan, pentas seni, study tour ke DPRD Kota Malang, Polresta Malang Kota, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Malang, Lanud Abd. Saleh, BNN (Badan Narkotika Nasional), hingga salawat hadrah, tausiah akbar, dan malam anugerah guru.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Pramuka yang diikuti peserta didik dari jenjang madrasah ibtidaiyah hingga SMK. Ketua Yayasan Al Hayatul Islamiyah Dra Hj Anik Zulaichah menjelaskan bahwa UKT Pramuka merupakan agenda tahunan untuk mengukur sekaligus meningkatkan kemampuan anggota Pramuka di berbagai tingkatan pendidikan.
“UKT ini diikuti siswa dari kelas 4 sampai kelas 12. Mereka diuji sesuai syarat kecakapan umum (SKU). Jika nilainya baik, mereka naik tingkat dan mendapatkan tanda kecakapan,” ujarnya.
Menurut Anik, kegiatan pramuka bukan sekadar peningkatan keterampilan, tetapi juga sarana pembentukan karakter siswa. Peserta dilatih disiplin, bekerja sama, berinteraksi lintas usia, hingga mengasah kemampuan sosial melalui aktivitas perkemahan.
“Pramuka ini sangat efektif membentuk karakter anak, baik yang pendiam maupun aktif, karena dikemas dengan gembira tetapi tetap ada kedisiplinan,” tambahnya.
Kegiatan pramuka di Al Hayat kini menjadi acuan sejumlah pondok pesantren di berbagai daerah. Bahkan beberapa pesantren datang untuk studi banding dan mengikutsertakan santrinya dalam UKT tahun ini.
“Terakhir, pondok pesantren dari Probolinggo datang ke sini untuk belajar kegiatan pramuka. Beberapa pesantren di Malang Raya juga mengirim peserta didiknya mengikuti UKT di sini,” kata Anik.
Pada momentum Harlah Ke-67 ini, Yayasan Al Hayat juga menyampaikan komitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat aksi sosial bagi masyarakat, serta mengembangkan lembaga pendidikan. Anik mengungkapkan, Al Hayat sedang merancang pendirian perguruan tinggi guna memperluas akses pendidikan bagi kalangan menengah ke bawah.
Menurut dia, langkah mendirikan perguruan tinggi tersebut merupakan bagian dari cita-cita pendiri yayasan. “Harapannya, lulusan MA atau SMK yang terkendala biaya dan transportasi tetap bisa melanjutkan ke jenjang S1 di lingkungan Al Hayat,” ungkapnya.
“Semoga ke depan Al Hayat semakin matang, semakin berkualitas, dan mampu mewujudkan cita-cita pendiri untuk memajukan pendidikan serta memberi manfaat bagi masyarakat,” tambah Anik. (ars/hel)
