INDONESIAONLINE –
Gelombang penolakan terhadap pencalonan Gianni Infantino sebagai presiden FIFA periode 2027-2031 terus bertambah. Hingga Selasa (4/8), lima negara anggota FIFA telah menyatakan mencabut dukungan mereka terhadap petahana tersebut.
Federasi Sepak Bola Wales (FAW) menjadi pihak pertama yang secara terbuka mengumumkan penarikan dukungan pada Senin (3/8). Sebelumnya FAW termasuk federasi yang menandatangani dukungan bagi pencalonan Infantino, namun kini menyatakan tidak lagi berada di belakangnya karena menilai langkah-langkah yang diambil Infantino sudah melampaui batas.
Tak lama setelah itu, Federasi Sepak Bola Inggris (FA) mengambil keputusan serupa. Sikap tersebut muncul setelah FA memperoleh informasi mengenai rencana UEFA menempuh jalur hukum terkait kebijakan terbaru FIFA.
Dalam surat UEFA kepada FIFA tertanggal 31 Juli 2026, konfederasi sepak bola Eropa itu menyatakan sedang mempertimbangkan berbagai langkah, mulai dari tindakan hukum, arbitrase, hingga pengajuan pengaduan berdasarkan regulasi yang berlaku.
Menurut laporan Reuters, Federasi Sepak Bola Serbia (FSS) dan Federasi Sepak Bola Swedia (SvFF) juga resmi mencabut dukungan terhadap pencalonan Infantino.
Kedua federasi menilai pengajuan proposal FIFA Forward Enterprise (FFE) dilakukan tanpa konsultasi kepada negara-negara anggota, sehingga dianggap sebagai tindakan sepihak.
Belakangan, Federasi Sepak Bola Georgia turut mengumumkan keputusan serupa. Dengan bergabungnya Georgia, jumlah negara anggota FIFA yang telah menarik dukungan terhadap Infantino menjadi lima hingga Selasa (4/8) siang WIB.
Sky Sports melaporkan kemungkinan masih akan ada negara lain yang mengikuti langkah tersebut dalam beberapa hari ke depan. Menurut laporan itu, berbagai surat dan pengumuman yang akan bermunculan diperkirakan bertujuan memberikan tekanan maksimal kepada Gianni Infantino menjelang proses pemilihan presiden FIFA periode 2027-2031.
Rencana FIFA membentuk FIFA Forward Enterprise (FFE), yang salah satu tujuannya menjual saham Piala Dunia, memunculkan gelombang sorotan terhadap Gianni Infantino. Namun, FIFA telah membatalkan rencana itu. (hsa/hel)
